Jika Tekun, Gaji PMI di Malaysia Sampai Puluhan Juta Per Bulan

0
Seorang PMI asal NTB di sektor perkebunan Johor Bahru sedang memanen sawit. (Suara NTB/ris)

Johor Bahru (Suara NTB) – Pemprov NTB terus mendorong agar seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) berangkat ke negara penempatan melalui jalur yang legal. Malaysia menjadi salah satu  negara penempatan yang favorit bagi pekerja dari NTB.

Pentingnya PMI berangkat melalui jalur resmi disamping agar mendapat perlindungan yang maksimal, juga agar bisa mendapatkan penghasilan yang bagus. Di setiap perusahaan memang menawarkan gaji yang bervariasi kepada para pekerjanya. Namun di salah satu perusahaan di Malaysia yaitu Koperasi Ladang Berhad, gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan.

Chairman Koperasi Ladang Berhad Mohd Damanhuri mengatakan, rata-rata gaji yang diterima PMI asal NTB yang bekerja di perusahaannya sekitar 2000 ringgit  atau Rp 7 juta. Namun bagi pekerja yang ulet dan rajin, mereka tak jarang menerima gaji bulanan sekitar 3.500 ringgit atau Rp 11 jutaan. Bahkan rekor tertinggi gaji yang pernah diperoleh PMI asal NTB di perkebunan ini sebesar 7.218 ringgit atau Rp 24 juta sebulan.

“Koperasi pernah memberi gaji kepada pekerja di sini sebanyak 7 ribuan ringgit atau 24 juta rupiah sebulan, tergantung produktifitasnya. Itu belum termasuk bonus tahunan,” kata Mohd Damanhuri saat menerima perwakilan Pemprov NTB di Ladang Sungai Ambat Johor Bahru Malaysia, Rabu, 13 Juli 2022.

Ia menilai, pekerja dari NTB termasuk pekerja yang tekun dan fisiknya kuat sehingga disukai oleh perusahaan di Malaysia untuk bekerja di sektor perkebunan sawit. PMI NTB yang bekerja di sini jumlahnya sebanyak 100 orang yang berasal dari Lombok dan Bima. Adapun pekerja asing lainnya jumlahnya sangat minim, misalnya pekerja dari Bangladesh hanya dua orang yang bekerja di ladang ini.

Adapun sektor perkebunan yang ditawarkan kepada PMI di sini yaitu merawat pohon sawit, panen atau memotong buah sawit, mengangkat buah sawit, penyemprotan racun pertanian, dan pengumpulan buah sawit. Selain menggunakan pekerja, perkebunan sawit juga saat ini banyak yang menggunakan alat mekanisasi untuk efektifitas dan efisiensi tenaga kerja.

Sementara itu pengurus kerja Koperasi Ladang Berhad Afnanizam Ismail mengatakan, saat ini ada sekitar 47 PMI  yang siap diberangkatkan dari NTB menuju ladang di Johor untuk menambah tenaga kerja yang ada. Secara umum, pihaknya membutuhkan antara 250 sampai 300 PMI dalam satu periode tertentu, namun pemenuhan tenaga kerja dilakukan secara bertahap.

“Kalau gaji di sini tergantung produktifitas pekerja. Namun gaji dasar 1500 ringgit sesuai aturan pemerintah dengan jam kerja 7 pagi hingga 3 sore,” ujarnya (ris).