Gelombang Pasang Terjang Lingkungan Mapak

Mataram (Suara NTB) – Gelombang pasang atau banjir rob menerjang kawasan pesisir di lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Rabu, 13 Juli 2022. Kejadian ini mengakibatkan abrasi dan merusak fasilitas milik warga.

Warga Mapak Indah, Hj. Suriah menuturkan, gelombang setinggi 2-3 meter mulai terjadi sejak pukul 06.00 Wita. Air laut sampai masuk ke bangunan lapak milik pedagang di pantai Mapak dan merusak fasilitas atau barang milik pedagang. “Dari tadi subuh gelombangnya besar sampai naik ke lapak-lapak ini,” kata Suriah.

Banjir rob rutin terjadi setiap tahun. Namun, ia heran gelombang pasang bisa dialami warga saat ini. Sebelumnya, banjir rob terjadi pada bulan Desember – Februari. Suriah menuturkan, bangunan lapak milik anaknya yang baru dibangun rusak. Untuk membangun lapak tersebut, anaknya menghabiskan biaya sampai Rp15 juta. “Baru saja dibangun sudah rusak diterjang gelombang,” sebutnya.

Ia mengharapkan, pemerintah mengintervensi kawasan tersebut dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kewaspadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Saharuddin menjelaskan, berdasarkan surat peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG), bahwa pada perairan Selat Lombok Bagian Utara dan Laut Bali-Laut Sumbawa berpotensi terjadi gelombang pasang setinggi 1,25 – 2,5 meter. Hal ini terjadinya karena pergerakan angin dominan kea rah Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin 5-25 knot.

Kecepatan angin berpotensi terjadinya gelombang pasang atau banjir rob yang menyebabkan abrasi di kawasan pesisir pantai. “Memang ketinggian gelombang yang terpantau 2-3 meter,” kata Sahar.

Kawasan pinggir pantai Mapak termasuk daerah yang rawan diterjang gelombang pasang setiap tahunnya. Pihaknya akan menyalurkan karung untuk membuat tanggul sementara, supaya tidak terjadi abrasi secara berlebihan. “Anggota nanti saya minta cek lapangan dan mendroping karung ke warga,” tandasnya.

Tingginya gelombang dan angin kencang tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat terutama nelayan agar turun melaut. Selain itu, pengunjung di destinasi wisata terutama pantai agar tidak bermain di pinggir pantai. “Kita minta masyarakat lebih waspada terhadap gelombang tinggi supaya tidak terjadi korban jiwa,” demikian pesannya. (cem).

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...