Disnakertrans Lotim Pulangkan 6 CPMI Korban Kapal Tenggelam

0
Ketua SBMI, Usman, bersama dengan para CPMI yang dipulangkan ke kampong halamannya di Lombok Timur, Rabu (13/7). (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, Rabu, 13 Juli 2022 memfasilitasi pemulangan 6 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) korban kapal tenggelam di perairan Batam. Tiket dari Batam sampai rumah difasilitasi Pemkab Lotim.

CPMI ini tiba di kantor Disnakertrans Lotim menjelang magrib. Kepala Bidang Penempatan PMI Disnakertrans Lotim, Ahmad Wardi mengatakan ini bukti Pemkab Lotim turut hadir untuk CPMI bermasalah. Berdasarkan fakta tersebut, Disnakertrans Lotim mengimbau CPMI dari Lotim yang ke luar negeri harus terdaftar di Disnakertrans dan berangkat secara legal.

Diingatkan, CPMI harus  pastikan PPPMI ada cabangnya di Lotim. Pastikan juga ada job atau tidak di negara tujuan. Negara akan melindungi kalau berangkat legal. Harapannya, tidak lagi ada CPMI Lotim yang jadi korban.

Setelah pulang, CPMI disarankan mengurus pemberangkatan legal. Sebanyak 56 PPPMI  yang memiliki job order resmi  di Malaysia. Disnakertrans siap fasilitasi pemberangkatan secara prosedural.

Ketua SBMI, Usman menyampaikan terima kasih pada Pemkab Lotim. Karena CPMI ilegal ini adalah korban dan kini berhasil dipulangkan. Selama di Batam, CPMI ini sebulan. Waktu lama karena  menunggu teman-teman yang lain. Diakui masih  ada yang menghilang dan ada yang belum ditemukan. “Enam orang yang pulang, tiga orang masih menghilang,” ucapnya

Salah satu CPMI yang jadi korban, Sahman, warga desa Rarang Tengah sampaikan terima kasihnya juga ke Pemkab Lotim. Bagi teman yang masuk ke Malaysia dengan cara ilegal disarankan untuk stop. Karena taruhanya nyawa. “Syukur kami selamat. Kalau tidak, hanyut dan mati kita semua,” tuturnya.

Sahman mengaku setibanya di Batam menuju Malaysia, ia dipaksa naik boat kecil dengan kapasitas tak sesuai. Penumpang menumpuk. 32 orang harus naik boat yang sebenarnya kapasitas 10 sampai 15 orang. Boat tiba-tiba terganjal balok kayu saat di tengah perairan. Mesin mati setelah setengah jam di tengah laut. Memang sempat minta bantuan ke boat lain. Tapi boat penolong ikut tenggelam.

Sahman dan penumpang lainnya pun terapung -terapung setengah jam lamanya baru ada pertolongan dari nelayan. Dituturkan ada dua kapal nelayan yang bantu. “Saya yang terakhir naik setelah itu baru datang bantuan Lanal Batam,” kisahnya.

Keponakan Sahman atas nama Mawardi belum ditemukan. Juga, tetangga Wirman dan Sumiati pasangan suami-isteri. Ia mengaku sempat tarik keponakannya, sayangnya ditekan orang. Saat di tengah laut ini, semua ingin selamatkan diri dan menjadikan teman sebagai pelampung.

Faktor ekonomi menjadi alasan utama Sahman berangkat secara ilegal. Utang banyak di kampung. Sementara pemberangkatan secara legal mahal. “Paspor mahal, sehingga kita nekat berangkat demi untuk lunasi utang,” demikian kisahnya. (rus)