Cegah Parkir Liar, Dishub Lobar Diminta Pasang Rambu

0
Agus Rachman. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak kepolisian meminta agar Dinas Perhubungan Lombok Barat (Lobar) memasang rambu-rambu lalu lintas berupa larangan parkir di lokasi-lokasi yang dijadikan parkir liar. Pasalnya, pihak kepolisian tidak bisa menindak kendaraan yang parkir liar itu selama belum ada rambu-rambu larangan parkir tersebut.

Kasatlantas Polres Lobar, Iptu Agus Rachman, SH menegaskan bahwa aktivitas parkir liar di sejumlah titik di Lobar menjadi atensi pihaknya. Namun dalam menindak, pihaknya perlu ada dasar yakni rambu-rambu larangan parkir di lokasi tersebut. Sejauh ini belum ada dipasang rambu-rambu di beberapa titik parkir liar itu, sehingga pihaknya tidak ada dasar untuk menindak. “Kami sebatas menyampaikan himbauan agar tidak parkir sembarangan hingga ke badan jalan,” kata Kasatlantas ini.

Dijelaskan lebih lanjut, sesuai kewenangan pemasangan rambu-rambu ada di Dishub. Terkait itu, pihaknya sudah berkoordinasi bahkan bersurat ke pihak Dishub agar memasang rambu-rambu. Kalaupun itu menjadi kewenangan jalan provinsi atau nasional, pihaknya pun menyarankan agar Dishub berkoordinasi dengan bagian di atasnya. “Kami minta pasang rambu-rambu, begitu ada dipasang itu, kami siap tilang. Karena ada dasarnya kami menilang, sebagai efek jera,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lobar, Mohammad Najib mengaku, keberadaan kendaraan tersebut kerap mengganggu. Tetapi, pihaknya belum bisa memberikan tindakan penertiban. “Karena sebenarnya kewenangan pusat,” jelasnya. Meski begitu, bukan berarti pemerintah daerah tidak ada upaya. Dia mengaku, belum lama ini sudah dilaksanakan rapat dengan kepolisian terkait rencana penertibannya. “Kita akan memasang baliho pelarangan parkir,” kata Najib.

Najib mengatakan, rambu-rambu tersebut sangat diperlukan. Selain sebagai peringatan bagi pemilik kendaraan, juga jadi dasar penindakan oleh aparat kepolisian. “Kalau sudah ada rambu, bisa ditilang karena itu menjadi alat penegakan hukum,” tambahnya.Di samping itu, untuk jangka panjang Pemkab Lobar telah merencanakan membangun area khusus sebagai tempat parkir. Najib mengaku, lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Lembar. “Sudah lama MoU dengan otoritas pelabuhan, tapi sekarang baru bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di situlah nantinya seluruh kendaraan akan diparkir. Jika pembangunannya sudah selesai, dipastikan tidak ada lagi truk-truk besar parkir sembarangan. “Kita arahkan ke sana semua,” ujar Najib.Begitu juga dengan kendaraan yang antre naik ke kapal. Semuanya menunggu di pusat parkir tersebut. Sehingga di dalam pelabuhan juga menjadi area bebas dari parkir. Menurut Najib, dengan sistem satu tempat parkir, akan memberikan keuntungan besar bagi Kabupaten Lobar. Sebab, retribusi sektor parkir akan masuk ke kas daerah. “Akan meningkatkan PAD kita,” pungkasnya. (her)