Tiket Pesawat Mahal, Penumpang di BIZAM Stabil

0
Penumpang pesawat di BIZAM tetap ramai di tengah kenaikan harga tiket pesawat

Praya (Suara NTB) – Harga tiket pesawat terbang dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan. Meski demikian, kenaikan harga tiket tersebut belum berdampak pada jumlah penumpang pesawat terbang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Hingga sejauh ini jumlah pengguna moda transportasi udara tersebut trensnya masih stabil di angka rata-rata 6.000 penumpang per hari. Dengan jumlah pergerakan pesawat terbang harian mencapai 50 pesawat.

“Mungkin karena masih suasana liburan sekolah, jadi penumpang masih stabil,” sebut Stakholder Relations Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, kepada wartawan, Selasa, 12 Juli 2022.

Pihaknya masih akan melihat tren penumpang dalam dua pekan ke depan untuk bisa memastikan apakah mahalnya harga tiket pesawat terbang berdampak pada jumlah penumpang atau tidak.

Menurutnya, soal kenaikan harga tiket pesawat terbang itu sepenuhnya menjadi kebijakan pihak maskapai. Bisa jadi karena dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kenaikan harga avtur serta adanya peningkatan jumlah penumpang yang tidak sebanding dengan jumlah armada yang beroperasi.

Pasalnya, saat ini beberapa maskapai memang mengurangi jumlah armada pesawat yang dioperasikan. Apakah itu karena biaya operasional yang tinggi maupun karena pesawat terbang yang dioperasikan maskapai bersangkutan ditarik pihak leasing, sehingga mau tidak mau maskapai harus memaksimalkan armada yang tersedia.

Kenaikan harga tiket tersebut apakah juga berdampak ke pihak pengelola bandara? Arif mengaku dampak secara langsung dari sisi operasional bandara mungkin tidak. Namun kondisi tersebut bisa mempengaruhi sisi pendapat bandara. Karena jumlah pesawat yang masuk terbatas, sehingga mengurangi pemasukan bandara.

Syarat Diperketat

Lebih lanjut Arif menambahkan, terkait syarat calon penumpang pesawat terbang mulai 17 Juli mendatang bakal diperketat kembali. Menyusul adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat soal syarat pelaku perjalanan udara, menyikapi kondisi perkembangan Covid-19 yang belakang mulai meningkat lagi. Di mana calon penumpang yang sudah mendapat dosis dua kembali diharuskan menjalani rapid test antigen atau tes RT-PCR.

Sementara yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster, bebas tanpa harus menjalani rapid test antigen ataupun RT-PCR. Atas perubahan kebijakan tersebut, mulai tanggal 6 Juli kemarin pihak bandara sudah membuka layanan vaksinasi khusus dosis ketiga atau booster bagi calon penumpang, sehingga calon penumpang tidak kesulitan mencari tempat vaksin untuk dosis ketiga.  “Soal syarat perjalanan udara ini, semua merupakan kebijakan pusat. Kita hanya menjalankan saja,” tegasnya. (kir).