SE 21 2022 Diberlakukan, NTB Harap-harap Cemas

0
H. L. Moh. Faozal (Suara NTB/ham), Hj. Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di sejumlah di daerah di Indonesia menjadi atensi pemerintah pusat. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2022. SE ini berisi Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku 17 Juli 2022 dan ditandatangani tanggal 8 Juli 2022.

Meski demikian keluarnya SE ini membuat daerah, terutama yang mengandalkan pariwisata menjadi khawatir, karena dikhawatirkan akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan, termasuk NTB. ‘’Kita harap-harap cemas dengan diberlakukannya SE Nomor 21 pada tanggal 17 Juli 2022 nanti. Yang bisa bepergian adalah yang sudah booster. Kalau belum booster, maka harus rapid test atau PCR,’’ ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB H. L. Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 12 Juli 2022.

Menurutnya, keluarnya SE ini tentunya pemerintah pusat sudah mempertimbangkan dengan matang, supaya masyarakat segera booster (vaksin dosis tiga). Namun, kebijakan ini pasti akan ada berdampak terhadap pergerakan orang, terutama menuju NTB. Apalagi sekarang ini, jumlah wisatawan atau orang yang datang ke NTB sudah mulai menuju ke normal.

‘’Di Trawangan, traffic-nya sudah 8 atau 9 past boat masuk dari Bali. Kalau nanti diberlakukan ini maka pasti akan penyesuaian kembali perjalanan orang,’’ ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini.

Mengenai dampaknya, Faozal mengaku pihaknya masih belum bisa menghitung, karena pihaknya tidak tahu penumpang sudah booster atau belum. Termasuk dari yang bepergian itu, berapa persen yang sudah booster atau belum.

Untuk itu, ujarnya, bagi masyarakat yang ingin bepergian dan menginginkan perjalanannya tidak terganggu segera melakukan booster. Atau jika belum melakukan booster mesti memiliki bukti sudah diswab atau rapid test sebagaimana yang disyaratkan dalam SE tersebut. ‘’Silakan warga yang mau pergi, supaya tidak ribet-ribet, segera rapid test atau booster,’’ sarannya.

Pihaknya mengharapkan keluarnya SE ini tidak terlalu berdampak, karena sekarang ini pariwisata atau jumlah penumpang di bandara sudah mulai menuju normal. Bahkan, pihaknya bersama sejumlah maskapai penerbangan dan Angkasa Pura akan memperpanjang operasional bandara. Sekarang ini, operasional Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, hingga jam 5 sore dan semua pihak menginginkan operasional bandara bisa normal seperti sebelum Covid-19.

Dicontohkannya sekarang ini, maskapai AirAsia terbang dari BIZAM ke Jakarta sebanyak 2 kali, Surabaya 2 kali dan 1 kali ke Kuala Lumpur, Malaysia dalam sehari. Begitu juga dengan beberapa maskapai lain memiliki jadwal penerbangan yang rutin ke BIZAM dan dianggap masih kurang, sehingga rencana penambahan jadwal penerbangan sedang dilakukan oleh pihak maskapai dan otoritas bandara.

Mengenai harga tiket, Faozal mengakui, jika itu merupakan ditentukan oleh pasar. Dalam hal ini, pemerintah hanya menyiapkan harga tiket ambang batas atas dan bawah dan tidak ada regulasi yang mengatur harga tiket pesawat.

Hal senada disampaikan Asisten III (Administrasi Umum) Setda NTB dr. Hj. Nurhandini Eka Dewi, SpA. Menurutnya, SE ini keluar akibat lonjakan kasus Covid-19 di banyak tempat di Indonesia. Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah sudah menyiapkan di rumah sakit, puskesmas atau klinik se NTB.

Meski demikian, ujarnya, jika banyak orang yang terhambat perjalanannya karena belum booster, tidak menutup kemungkinan akan mengaktifkan posko layanan vaksinasi di bandara. ‘’Kalau misalnya, banyak prang terhambat perjalanannya, karena belum booster dan kalau memang perlu, kita akan aktifikan posko di bandara. Tapi kalau sebagian besar orang yang berperjalanan sudah booster, ya tidak ada masalah. Karena sekarang ini, puskesmas, rumah sakit setiap hari buka. Ada 172 puskesmas, 30 rumah sakit, belum lagi klinik yangmelayani booster,’’ terangnya.

Namun, pembukaan posko pelayanan booster di pelabuhan dan bandara, pihaknya akan melihat situasi dan kondisi. Apakah banyak orang yang terganggu dengan SE ini atau seperti apa, pihaknya akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. ‘’Contohnya waktu MXGP, sudah berlaku SE 20, sehingga kita siapkan tim vaksinasi di Sirkuit Samota,’’ tambahnya.

Sementara kondisi Covid-19 di NTB masih datar saja. Dalam dua hari ini belum ada negatif. Bahkan, dalam seminggu, baru tambahan beberapa orang. Meski demikian, yang sudah booster sekitar 31,53 persen dari warga yang sudah vaksin dosis pertama dan kedua. (ham)