Rencana Pembangunan Kereta Gantung, Susun DED, Investor Asal China Sewa Tim Surveyor dari Bandung

0
Ilustrasi Kereta Gantung yang akan dibangun di Rinjani dan KEK Mandalika (suarantb.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – Rencana mewujudkan pembangunan kereta gantung menuju ke Gunung Rinjani masih menjadi ikhtiar Pemprov NTB. Paling tidak, tahun 2022, investor asal China yang tertarik untuk membangun kereta gantung dari Lombok Tengah (Loteng) bagian utara diharapkan sudah bisa terealisasi.

‘’Sudah ada tim dari Bandung yang dibiayai oleh investor dari China ini. Karena tim dari China belum bisa masuk, karena belum ada Kitas-nya (Kartu Izin Tinggal Terbatas), sehingga disewa  surveyor yang ada di Bandung,’’ ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Ir. H. Mohammad Rum, menjawab Suara NTB di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 12 Juli 2022.

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri NTB ini, menyebut, tim surveyor ini sedang bekerja di lapangan bersama tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Di mana, lokasi survei ini berada di luar kawasan Taman Nasional Gunung Rrinjani (TNGR) dan masih berada di kewenangan dari Pemprov NTB.

Mereka akan melakukan pendataan di lapangan, sehingga dari hasil ini akan disusun menjadi Detail Engineering Design (DED) selama 14 hari.  Setelah 14 hari, tambahnya, tim ini akan membuat desain penbangunan kereta gantung. Setelah ada desain dan cocok dengan seperti apa yang mereka harapkan, investor  ini menjanjikan pembangunan kereta gantung akan segera direalisasikan.

Menurutnya, dari informasi yang diterima pihaknya dari investor, jika investor sudah selesai DED akan dimulai pembangunannya tahun 2022 ini. Meski demikian, pihaknya berharap agar investor yang akan membangun kereta gantung ini menunjukkan keseriusannya, sehingga rencana pembangunan kereta gantung ini tidak hanya sekadar ‘’akan’’.  (ham)