Pendaftaran Jabatan Lowong Segera Dibuka

0
H. Effendi Eko Saswito. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram segera membuka pendaftaran dua jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP). Proses seleksi yang akan dilakukan oleh panitia seleksi (pansel) dilakukan secara transparan.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menjelaskan, surat permohonan seleksi terbuka terhadap dua jabatan lowong langsung diajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta. Surat itu menindaklanjuti perintah dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk segera mengisi jabatan yang kosong. “Begitu ada perintah Pak Wali, langsung kita bersurat ke KASN untuk menggelar seleksi terbuka,” kata Eko ditemui, Selasa, 12 Juli 2022.

Dua jabatan lowong pasca mutasi pekan kemarin yakni, jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram.

Eko yang juga Ketua Tim Pansel menambahkan, pendaftaran segera dibuka sambil menunggu rekomendasi KASN. Untuk proses seleksi dilakukan secara transparan. Siapapun bisa melakukan memantau dan sekaligus mengawasi proses pelaksanaannya. “Begitu keluar rekomendasi langsung kita buka pendaftaran. Insya Allah, paling telat pekan depan sudah kita buka pendaftaran,” tandasnya.

Tahapan pelaksanaan seleksi sesuai mekanisme yang diatur oleh pemerintah pusat. Pihaknya sama sekali tidak mengubah ketentuan apapun. Misalnya, waktu pendaftaran diperbolehkan digelar selama tujuh hari. Demikian juga dengan proses lainnya. Kalaupun jumlah pelamar meningkat kata Sekda, kemungkinan jadwal pelaksanaan seleksi diperpanjang.

Namun demikian, jumlah jabatan yang dilelang hanya dua posisi yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Artinya, tidak menunggu proses lama seperti seleksi sebelumnya. “Bisa saja tim pansel bekerja sampai sore. Kita targetkan sebelum akhir Juli sudah terisi sesuai permintaan Pak Wali,” jawabnya.

Formasi tim pansel tidak mengalami perubahan. Di antaranya, Asisten III Setda Kota Mataram Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Ekonom Universitas Mataram Dr. H. Iwan Harsono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Mataram Dr. Muhammad Ali, dan mantan birokrat Drs. H. Djaswad. Sekda menegaskan, tidak ada pertimbangan khusus sehingga tiga orang dari eksternal pemerintah tersebut tetap dilibatkan. Rupanya, kepala daerah melihat mereka bekerja dengan baik dan secara profesional. (cem)