Pemda Lobar Ajukan Delapan Ribu Hektar untuk Lahan Pertanian Abadi

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) mengajukan delapan hektar untuk dijadikan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau lahan abadi. Sejauh ini, usulan itu belum disetujui oleh Pemprov NTB. Karena pihak Pemprov ingin agar semua lahan pertanian saat ini hampir 14 ribu hektar diajukan sebagai lahan abadi.

Kepala Dinas Pertanian Lobar H Lalu Winengan mengatakan pihaknya mengusulkan LP2B seluas 8 ribu hektar. “Masalah LP2B kami usulkan itu delapan ribu hektar, dari 14 ribu hektar lahan pertanian. Tapi kita diminta 14 ribu hektar. Karena sisanya, dipakai untuk membangun,” kata Winengan.

Dari usulan itu lanjut dia, belum disetujui provinsi. Karena pihak Pemprov ingin agar lahan abadi itu seluas 14 ribu hektar. Namun kata dia, kalau semua diajukan sebagai lahan abadi maka tidak ada untuk pembangunan, sehingga dikhawatirkan Lobar tertinggal dari daerah lain.

Menurutnya investasi penting untuk pembangunan daerah. Sehingga kata dia, butuh lahan untuk pembangunan. Kalau tidak diizinkan membangun, maka Lobar tidak bisa berkembang. “Bagus sawah saja, tapi harus berimbang sawah dan pembangunan perkotaan,”kata dia.

Sementara itu, Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Barat terhambat oleh LP2B (Lahan pertanian pangan berkelanjutan) yang sampai saat ini belum ditetapkan. Bahkan, tidak saja menghambat revisi perda RTRW, LP2B ini juga menghambat penetapan RDTR di tiga kecamatan. Yakni RDTR sebagian daerah kecamatan Narmada, Lingsar dan Batulayar yang sudah diselesaikan oleh kementerian ATR.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Lobar, Lalu Sudiana mengatakan revisi Perda RTRW menunggu LP2B yang sampai saat ini belum masuk. “Semua daerah masalahnya sama (kendala LP2B),”kata dia kemarin.

Dijelaskan, revisi RTRW perlu disesuaikan karena perubahan fungsi di sejumlah Daerah. Di Kementerian juga kata dia, perlu disepakati antara Dirjen Perencanaan yang mengurus RTRW, dan ada Dirjen Pengendalian yang mengurus LP2B. Luas lahan LP2B harus masuk dalam konsep perencanaan dulu baru ditetapkan RTRW. Sehingga kata dia, kosnep itu kembali diubah.

Lebih lanjut dijelaskan belum adanya keputusan soal LP2B ini tentu revisi Perda RTRW belum bisa ditetapkan. LP2B dan Revisi Perda RTRW ini sudah lama diupayakan. Dikatakan selain, RTRW ada juga sejumlah RDTR yang sudah selesai dikerjakan namun belum bisa ditetapkan lantaran masih terkendala LP2B ini. Sejumlah RDTR yang sudah selesai disusun atas bantuan kementerian ATR diantaranya, RDTR geopark meliputi sebagian daerah Narmada, sebagian Lingsar dan Batulayar. “Ini (RDTR) sudah selesai, tapi macetnya tiga RDTR ini karena menunggu LP2B,”ujarnya.

Akibat belum ada penetapan LP2B, maka RDTR yang sudah tuntas itu pun perlu direvisi lagi. Berapa luasan LP2B di masing-masing Daerah akan dimasukkan dan disesuaikan. RDTR ini juga lanjut dia, belum bisa ditetapkan melalui perbup, kalau belum tunas Revisi Perda RTRW. Sehingga penetapan ketiga aspek ini saling menunggu, karena antara LP2B, RDTR dan revisi Perda RTRW ini saling kait mengait. “Makanya terjadi tarik ulur,”ujarnya. Ia menambahkan, kaitan dengan LP2B prosesnya ada di Dinas Pertanian. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

0
Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19 Agustus 2022, wisatawan kelahiran Israel berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di ketinggian 150 meter dari Puncak...

Latest Posts

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...

Dispora NTB Usulkan Porprov NTB Ditunda

Mataram (Suara NTB) - Rencana KONI NTB menggelar Pekan...