Mahasiswa KKN Unram di Desa Santong Beri Pembinaan ke UMKM dan Sosialisasi Budikdamber

0
Mahasiswa KKN Unram di Desa Santong berfoto bersama saat sosialisasi Budikdamber. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram) di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara melakukan pembinaan kepada UMKM Desa Santong. Selain itu, Kelompok KKN Unram Desa Santong juga melakukan sosialisasi Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber).

Sebanyak 158 pelaku usaha dan UMKM Desa Santong ikut serta dalam Sosialisasi dan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dilaksanakan oleh Yayasan Sheep Indonesia dan Dinas Penanaman Modal Kabupaten Lombok Utara serta KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) Desa Santong 2022 pada hari Kamis, 30 Juni 2022 bertempat di Aula Kantor Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Tim KKN Tematik Unram Desa Santong, Nova Aji mengatakan, banyaknya pelaku usaha dan beberapa UMKM di Desa Santong yang belum memiliki legalitas usaha NIB menjadi faktor utama dilaksanakannya kegiatan ini. Pembuatan NIB ini tidak memiliki syarat khusus, pelaku usaha atau UMKM hanya membutuhkan KTP, email aktif beserta kata sandi dan tentunya memiliki usaha.

Pelaku usaha dan UMKM di Desa Santong sangat antusias dengan adanya kegiatan Sosialisasi dan Pembuatan NIB tersebut. Karena selain memiliki NIB itu sendiri, pelaku usaha dan UMKM akan banyak mendapatkan manfaat ke depannya antara lain yakni, data pelaku usaha dan UMKM yang dimiliki akan langsung terdaftar di pusat.

Selain data yang dimiliki langsung terhubung dan terdaftar di pusat, pelaku usaha dan UMKM yang sudah terdaftar di pusat juga akan lebih memudahkan pemberdayaan dari pemerintah pusat, daerah dan lembaga lainnya. Selain itu, banyak manfaat lainnya yang didapatkan pelaku usaha dan UMKM jika memiliki NIB, antara lain dengan NIB pelaku usaha bisa mendapatkan akses untuk membuat izin lain seperti operasional dan komersial, mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi, memudahkan akses pembiayaan kelembagaan kepada lembaga bank maupun nonbank.

“Kami mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram berharap dengan adanya kegiatan Sosialisasi dan Pembuatan NIB ini, pelaku usaha maupun UMKM di Desa Santong dapat memiliki legalitas usaha NIB sehingga ke depannya dapat memudahkan pelaku usaha dan UMKM untuk mendapatkan legalitas usaha, ataupun dokumen lainnya seperti NPWP badan atau perorangan,” ungkap Nova Aji.

Salah satu pelaku UMKM pisang sale di Desa Santong, Nurjanah mengapresiasi sosialisasi ini. “Untungnya ada teman-teman dari KKN yang kasih informasi mengenai pembuatan NIB ini, jadi saya sendiri yang belum memiliki NIB bisa langsung ke Kantor Desa untuk ikut sosialisasi. Saya juga merasa bersyukur bisa buat NIB tanpa susah pergi ke dinas,” ujarnya.

Sosialisasi Budikdamber

Kelompok KKN Unram di Desa Santong juga melakukan sosialisasi Budikdamber pada hari Selasa, 5 Juli 2022. Kegiatan ini berlangsung di Balai Banjar Santong Asli, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Sosialisasi Budikdamber ini merupakan upaya yang coba dihadirkan oleh tim KKN Tematik Desa Santong sebagi respons terhadap banyaknya kelompok Budikdamber di Desa Santong yang masih belum mengetahui atau kurang paham mengenai pemeliharaan ikan lele dalam ember yang benar.

“Selain memberikan cara pemeliharaan yang benar, banyaknya ikan lele yang mati selama proses Budikdamber juga menjadi faktor utama dilakukannya sosialisasi ini guna memberikan pemahaman yang tepat kepada kelompok Budikdamber yang ada di Desa Santong,” ungkap Nova Aji.

Tim KKN Unram bekerjasama dengan Vokasi Unram Lombok Utara dalam persiapan dan juga pelaksanaan sosialisasi tersebut. Selain bekerjasama dengan Vokasi Unram KLU, KKN Unram juga bekerjasama dengan dua dosen Budidaya Perairan Universitas Mataram yang di undangan sebagai narasumber untuk memberikan informasi bagaimana solusi ketahanan pangan keluarga pada lahan sempit kepada masyarakat dan Kelompok Budikdamber yang ada di Desa Santong.

Kegiatan sosialisasi Budikdamber ini disambut baik oleh seluruh warga Dusun Santong Asli dan juga kelompok Budikdamber dari 13 dusun yang ikut serta dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Antusias warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ditanyakan oleh kelompok-kelompok Budikdamber yang hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam mengatasi permasalahan yang dialami, terlebih lagi ikan lele yang dibudidayakan sering mati dan tidak tumbuh dalam beberapa bulan. Sehingga adanya sosialisasi ini tentu membuat kami dapat mendapatkan pengetahuan baru dan juga ikan lele dan tumbuhan yang dibudidayakan dalam ember akan tetap hidup sampai panen nantinya,” ungkap Budi salah satu anggota kelompok Budikdamber Santong Asli. (ron)