Kemenperin Bantu Mesin Pembuat Mesin untuk Percepatan Industri Permesinan di NTB

Giri Menang (Suara NTB) – Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (IKM LMEA), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan bantuan kepada Asosiasai Perajin Logam (Aspel) di NTB untuk mendukung pengembangan industri permesinan di Provinsi NTB.

Bantuan mesin/peralatan hasil pembelian melalui sistem katalog elektronik ini berupa Mesin CNC (Computer Numerical Control) Milling yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur IKM Logam, Mesnin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari kepada Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME., kemudian kepada Aspel Kabupaten Lombok Barat, Rabu, 13 Juli 2022.

Mesin CNC sendiri adalah sebuah mesin yang digunakan dalam industri manufaktur untuk menghasilkan komponen untuk sektor teknik dalam jumlah besar dengan cepat. Setiap pengerjaan dari CNC menggunakan sistem komputer yang telah terbentuk dengan baik hingga menghasilkan barang yang sesuai dengan presisi.

Misalkan, pada pembuatan benda atau part-part seperti mur, baut, sekrup dan lain sebagainya. Ada ukuran paten atau presisi yang harus digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan mesin CNC, maka komputer akan dengan mudah mengontrol peralatan mesin dalam memotong atau mengebor berbagai material.

Dengan begitu, hasil yang dicapai pun akan sesuai dengan ukuran presisi tersebut. Pengerjaan menggunakan CNC juga tentu lebih menguntungkan daripada pengerjaan dengan tenaga manusia secara manual.

Mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing IKM Logam Lombok Barat untuk terus menghasilkan produk atau komponen logam yang presisi dan mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh pembeli atau pengguna.

“Hari ini kami melakukan serah terima kegiatan Fasilitasi Mesin/Peralatan bagi IKM Logam di Lombok Barat, yaitu Mesin CNC Milling 3 Axis merk Supermill tipe ES200S. Mesin CNC tersebut merupakan mesin produksi salah satu IKM Permesinan binaan Kemenperin yaitu DTech Engineering, dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 43,11%,“ ungkap Dini via zoom, diwakili Ni Wayan Yuni Widayanti, dari Kementerian Perindustrian.

Saat ini Pemerintah, BUMN/BUMD, Badan Usaha dan/atau pemangku kepentingan lainnya wajib menggunakan produk dalam negeri dan mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui alokasi belanja 40 persen anggaran untuk Produk Dalam Negeri (PDN).

Pada kesempatan yang sama, Dini Hanggandari juga membuka secara daring kegiatan “Pendampingan Pembuatan Mesin Laser Cutting Bagi IKM Logam di Lombok Barat”. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 13-28 Juli 2022 dan diikuti oleh 8 peserta yang berasal dari IKM Logam di Kabupaten Lombok Barat.

Otomasi dalam proses produksi industri logam adalah sebuah langkah efektif untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi, meskipun akan menimbulkan biaya terutama untuk pengadaan peralatan otomasi.

“Kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi salah satu langkah mewujudkan subtitusi mesin impor. Peserta diharapkan mampu memproduksi mesin Laser Cutting, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri logam di seluruh Indonesia terutama Provinsi Nusa Tenggara Barat,” imbuhnya.

Pembinaan IKM Logam dan Mesin memang terus dilakukan oleh Direktorat IKM LMEA, Pada tahun 2022 ini juga telah dilakukan fasilitasi Test Report bagi 4 IKM Permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Nusa Tenggara Barat. Direktorat IKM LMEA berharap kolaborasi yang selama ini dilakukan antara pemerintah pusat dan daerah mampu untuk terus ditingkatkan demi tumbuh dan kembangnya IKM.

Dini juga mengharapkan dengan bantuan CNC Milling, NTB akan menjadi daerah yang mandiri untuk menghasilkan mesin teknologi seperti mesin pertanian yang selama ini dibeli dari luar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti menyebut, CNC Milling akan mempercepat akselerasi program perindustrian di NTB. Tidak saja alat-alat pertanian, industri kendaraan listrik dan sepeda listrik yang saat ini tengah berjalan dapat lebih cepat diproduksi.

“Komponen-komponen permesinan bisa lebih cepat dibuat. Sehingga proses produksi permesinan juga lebih cepat dilakukan,” demikian ujar Nuryanti. (bul)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

KEK Diharap Kembangkan Kawasan Ekonomi Daerah

0
Mataram (Suara NTB) - Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H....

Latest Posts

KEK Diharap Kembangkan Kawasan Ekonomi Daerah

Mataram (Suara NTB) - Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi...

Petani Porang di Sekotong Tengah Keluhkan Ruas Jalan Rusak

Akibat jalan rusak di wilayah terisolir Dusun Serero Desa...

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba...

Polisi Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan

Mataram (Suara NTB) - Polresta Mataram mengaku sudah menerima...