235 Guru Diprioritaskan Diangkat PPPK, Pemda Lobar Ajukan Formasi ke Kementerian

Giri Menang (Suara NTB) – Langkah cepat dilakukan oleh pihak Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lombok Barat (Lobar) bersama OPD terkait menindaklanjuti tuntutan para guru yang lolos passing grade agar diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pihak BKD dan PSDM bersama OPD mengusulkan formasi bagi 235 guru tersebut.

Pihak BKD dan PSDM bersama Dinas Dikbud berangkat, Selasa, 12 Juli 2022 ke Surabaya menghadiri pertemuan Rakornas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). Kepala BKD dan PSDM Lobar melalui Kabid Pengadaan, Mutasi dan Data Informasi BKD-PSDM Lobar, Lalu Muh. Fauzi mengatakan, 1.752 formasi PPPK guru yang diusulkan pada tahun 2020 berdasarkan data dapodik. Formasi yang diberikan ke Lobar pun semua diakomodir. Kemudian dilakukan proses seleksi Tahap I dan II, yang sudah lulus 1.078 orang, sedangkan sisanya, tinggal 674 orang.

Dari 674 orang itu, ada kebijakan pemerintah pusat mengacu Permenpan nomor 20 tahun 2021 yang akan mengakomodir semua yang lulus passing grade. Sehingga terdapat 235 orang guru yang lolos passing grade, namun tidak lulus PPPK, sedangkan sisanya 439 orang tidak lolos passing grade. “Guru lulus passing grade (235 orang) diprioritaskan diangkat P3K, sisanya (439 orang) ikut seleksi terbuka nantinya,” jelas Fauzi.

Kalau tidak mandek di formasi, kata dia, guru yang lolos passing grade bisa pemberkasan. Karena itulah kata dia, sebagai tindaklanjut pertemuan antara Wakil Bupati dengan para guru yang lolos passing grade, pihak BKD bersama Dinas Dikbud berangkat ke Surabaya untuk menyampaikan dan mengusulkan data kebutuhan (formasi). “Sehingga teman-teman yang sudah lulus passing grade sebanyak 235 orang guru itu bisa disiapkan atau kita buatkan pintu (formasi) sesuai dengan kualifikasinya,” jelas Fauzi.

Setelah masuk di formasi barulah mereka pemberkasan. “Jadi di sana (pusat) dibuatkan formasi,” tambahnya.

Pemberkasan ini dalam rangka untuk penetapan NIPTK, sebagai dasar bupati mengangkat mereka sebagai PPPK dan dibuatkan perjanjian kerjanya.  Ia menambahkan, bicara passing grade, ada beberapa sekolah yang sudah terpenuhi formasinya ditahap I dan II, sehingga guru yang lolos passing grade, namun belum lulus, itu nanti akan dilakukan pergeseran dengan dicarikan di sekolah lain.

“Kita carikan ke sekolah lain di mana tempat yang masih kurang, lowong formasi. Mereka disebar, bisa jadi mereka tetap di situ atau pindah sesuai kualifikasi yang dimiliki sesuai dengan syarat pengangkatan guru,” ujarnya.

Mengenai sisa 439 orang, ujarnya, akan dilakukan seleksi terbuka lagi, sehingga mereka bisa bersaing lagi untuk bisa lulus PPPK. Ia menambahkan terkait kebijakan PPPK dan CPNS, Lobar terdepan karena dari usulan PPPK semuanya diakomodir ditambah formasi CPNS. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...