Pemkot Ungkap Modus Anjal Jadi Pemulung

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial Kota Mataram baru-baru ini mengungkap modus anak jalanan (anjal) berubah menjadi pemulung. Cara ini dilakukan untuk mengelabui agar tidak terjaring razia petugas.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Sudirman mengaku, melihat sendiri praktik yang dijalankan para anak jalanan dan pengemis di Kota Mataram. Mereka seolah-olah menjadi pemulung padahal tujuan utamanya adalah meminta uang ke pengunjung pusat perbelanjaan. Modus ini dilakoni untuk mengelabui petugas agar tidak tertangkap saat dilakukan razia. “Saya sendiri yang melihat secara langsung. Mereka sengaja bawa karung dan pura-pura jadi pemulung supaya tidak ditangkap petugas,” kata Sudirman ditemui, Senin, 11 Juli 2022.

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini menjadi fokus yang secara perlahan akan dituntaskan. Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) sebagian besar berasal dari luar Kota Mataram. Seperti pedagang yang marak ditemukan di persimpangan jalan.

Penertiban anjal dan pengemis perlu melibatkan dan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lainnya. Misalnya, Satpol PP dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk urusan penindakan serta keamanan. Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah berkaitan dengan jaminan kesehatan pasca terjaring razia. Dinas Pendidikan menyangkut pendidikan anak-anak dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang berkaitan dengan hak-hak anak yang perlu dipenuhi serta pemulihan psikologi. “Jadi semua harus terlibat sehingga kita perlu berkolaborasi dan berkoordinasi,” tandasnya.

Penertiban terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial perlu dilakukan penguatan terhadap kerja-kerja satgas sosial. Satgas sosial menurutnya menjadi ujung tombak dan cukup efektif meminimalisir anjal,gepeng,dan pengemis di Kota Mataram. “Satgas memang penting karena menjadi ujung tombak kami di lapangan,” tandasnya.

Kaitannya dengan inovasi yang pimpinan OPD sesuai permintaan Walikota. Sudirman sedang memetakan potensi dan mempelajari potensi di instansinya. Inovasi akan dimunculkan seiring dengan permasalahan yang muncul di masyarakat,terutama kaitannya dengan penanggulangan kemiskinan, masalah sosial, dan lain sebagainya. (cem)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik...

0
Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala bisnisnya. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan yang ke-77 Republik...

Latest Posts

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...