Delapan Desa di Bima Masih Sulit Sinyal Internet

0
Ilustrasi koneksi internet.(Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfostik) Kabupaten Bima memetakan masih ada sejumlah titik di wilayah Kabupaten setempat yang hingga kini kesulitan sinyal akses internet.

“Sedikitnya ada delapan Desa di Kabupaten Bima yang masih kesulitan sinyal untuk akses internet,” kata Kabid PTIK Diskominfostik Kabupaten Bima, Drs. Muhammad, Senin, 11 Juli 2022.

Ia mengaku sulitnya sinyal internet tersebut karena ada gangguan, karena secara umum semua titik atau wilayah di Kabupaten Bima sudah tersentuh jaringan untuk akses telekomunikasi. Yang tersisa atau masih ada hanya sinyal untuk akses internet. “Semua wilayah sudah tersentuh jaringan. Tapi signal internet 4G, kadang hilang kadang muncul,” katanya.

Berdasarkan hasil survei, delapan desa yang kerap terganggu signal internet itu seperti di Desa Ntoke, Pai dan Kalajena Kecamatan Wera, Desa Wadukopa Kecamatan Soromandi dan Desa Ndano Kecamatan Madapangga. “Serta dua Desa tersisa berada di Kecamatan Langgudu yakni Laju dan Kalodu,” ujarnya.

Muhammad mengatakan hasil survei Desa yang terganggu akses internet itu telah dikirim pihaknya Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). “Sudah kita ajukan ke BAKTI Kemenkominfo sebagai bahan untuk pengalokasian BTS tambahan,” katanya.

Ia berharap usulan tersebut bisa diakomodir oleh BAKTI. Pasalnya yang menentukan pembangunan BTS adalah pihak BAKTI, sementara Pemerintah Daerah hanya bisa mengusulkan dan menindaklanjuti permintaan masyarakat.

“Kami harapkan usulan tambahan pembangunan BTS bisa direspon. Jika tidak semua, minimal dua atau tiga unit BTS untuk mengurangi titik yang terdampak gangguan sinyal,” pungkasnya. (uki)