Tuntaskan Kemiskinan dan Stunting, Loteng Terapkan Konsep Satu Data

0
H. M. Nursiah (Suara NTB/ham)

Praya (Suara NTB) – Mulai tahun 2022, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) akan lebih fokus dalam upaya menekan kasus kemiskinan dan stunting. Selain dengan menambah alokasi anggaran kemiskinan dan stunting, Pemkab Loteng juga akan mengoptimalkan penggunaan konsep satu data. Dengan begitu arah program bisa benar-benar optimal menyasar target program yang memang tepat.

Wakil Bupati Loteng, Dr. H.M.Nursiah,S.Sos., M.Si., kepada Suara NTB, Jumat, 8 Juli 2022, menjelaskan pihaknya sudah mendapat data kasus stunting dan kemisknan by name by address dari pemerintah provinsi. Data itu nanti akan divalidasi kembali supaya bisa diperoleh data kemiskinan serta stunting yang benar-benar valid dan menjadi data rujukan untuk menentukan target program.

“Data dari pemerintah provinsi ini data sudah divalidasi. Tapi untuk memastikan datanya akan kita validasi kembali. Supaya bisa diperoleh data yang benar-benar riil,” sebut Ketua Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan (TKPKD) Loteng ini.

Dengan kebijakan satu data tersebut, maka semua program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan stunting akan menggunakan data tersebut sebagai rujukannya, sehingga programnya bisa menyentuh langsung kepada  sasaran sesuai data yang ada. Termasuk program-program dari dana pokok pikiran (pokir) DPRD Loteng juga akan menggunakan konsep satu data.

Ia menjelaskan untuk program pengentasan kemiskinan tahun ini Pemkab Loteng mengalokasikan anggaran sebesar Rp 141 miliar. Sementara untuk program stunting dialokasikan anggaran sekitar Rp 677 juta. Dengan alokasi anggaran tersebut Pemkab Loteng menargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan setidaknya satu persen dari posisi sekarang sebesar 13,48 persen.

Sedangkan untuk kasus stunting Pemkab Loteng berupaya bisa turun hingga di bawah 20 persen.  Di mana saat ini persentase kasus stunting di Loteng masih di angka 22 persen, sehingga menempatkan Loteng sebagai salah satu kabupaten dengan angka stunting tertinggi di NTB, bersama Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Lombok Timur (Lotim). (kir)