KLU Jadi Kiblat Bisnis Porang NTB, Bangun Komunikasi dengan Beberapa Pemda

0
Petani porang KLU tengah mengeringkan porang untuk kebutuhan ekspor akhir Juli mendatang. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Suksesnya pendampingan petani porang oleh PT. Astra Internasional di 14 kelompok tani porang Kabupaten Lombok Utara (KLU), mengundang ketertarikan bagi sejumlah pemerintah daerah untuk mengembangkan komoditas yang tergolong baru ini. Pendamping porang KLU, Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D., mengakui pihaknya siapnya melebarkan ceruk pasar porang mentah ke Lombok Timur dan Dompu.

“KLU jadi kiblat bisnis porang NTB dan NTT. Besok ini, kami bertiga, bersama  Ketua Koperasi BGL dan Ketua DPW P3N NTB diundang Pak Bupati Lotim (diskusi porang),” ucap Prof. Suwardji, Minggu, 10 Juli 2022.

Ia menuturkan, sukses porang di Lombok Utara membuat Pemda lain tertarik. Terlebih Lombok Timur, di mana Pemdanya mendapat DAK dari pusat untuk pengolahan porang. Untuk hal tersebut, pihaknya sudah siap untuk berdiskusi dengan Pemda Lotim dan petani di wilayah itu.

“Dan minggu depan, diundang Pak Bupati Dompu yang punya program unggulan Jarapasaka: Jagung, porang, padi, sapi dan ikan,” imbuhnya.

Dukungan kuat Bupati Lotim dan Dompu untuk petani porang, diharapkan Suwardji akan menular ke Lombok Utara. Pasalnya, Lombok Utara merupakan daerah penghasil porang dan menjadi kabupaten pertama yang memperoleh legitimasi ekspor ke China melalui Vietnam.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Lombok Utara, Tresnahadi, S.Pt., mengakui sektor pertanian Lombok Utara belum memperoleh anggaran DAK apapun dari pusat untuk pengembangan komoditas tanaman perkebunan. “Memang pertanian belum dapat DAK apapun dari pusat, kecuali DAK non fisik  untuk P2L,” aku Tresnahadi.

Pihaknya berharap, dengan adanya budidaya dan ekspor yang dijadwalkan akan disaksikan oleh pejabat pusat dan daerah, menjadi batu loncatan untuk memperoleh anggaran pengembangan porang. Ia meyakini, dengan peluang ekspor yang diklaim oleh Koperasi Berkah Gumi Lombok – Lombok Utara, memberi posisi tawar bagi petani Porang Lombok Utara dibanding kabupaten lain.

Di tempat terpisah, anggota Banggar DPRD Lombok Utara, Hakamah, A.Md., S.Kh., mendukung upaya pengembangan porang yang sukses diinisiasi pendampingannya oleh PT. Astra Internasional. Ia berharap, dengan masuknya usulan anggaran sektor pertanian memberi peluang bagi pengembangan porang dalam skala wilayah yang lebih luas.

“Tahun 2023 akan ada anggaran untuk petani porang KLU. Ini sudah masuk SIPD kisaran bulan Februari atau Maret (tahun 2022 lalu),” ucap Hakamah.

Ia meminta, agar seluruh kelompok petani porang atau melalui Koperasi BGL lebih awal mengajukan proposal dukungan pendanaan. Proposal tersebut harus sudah diterima oleh eksekutif atau DPRD pada H-1 tahun sebelum anggaran dialokasikan kepada kelompok. “Harus bergerak bergotong royong bahu membahu dari hulu-hilir, dan dari kebijakan pusat dan daerah harus pro petani porang, kolaborasi dan elaborasi harus terus menerus digalakkan,” tutup Hakamah. (ari)