Belajar ke Jember, ATM untuk Membangun Ekosistem Industri Tembakau di NTB

DINAS Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB memboyong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tembakau, Asosiasi Pengusaha dan Perajin Logam (Aspel) NTB dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur untuk mempelajari tata kelola dan hilirisasi produk turunan tembakau dari hulu hilir.

Kegiatan studi tiru ini dilakukan tanggal 4 – 6 Juli 2021. Tujuannya ke  PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X, UPT. Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Jember, serta ke Museum Tembakau Jember. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti, S.E., ME.

Rombongan dari NTB mengamati proses pengolahan limbah tembakau menjadi asap cair, briket, dan pelet. (Suara NTB/bul)

Di PTPN X, rombongan belajar tata kelola tata kelola tembakau, dari penyediaan bibit unggul, pembibitan, budidaya, hingga pascapanen.

Jika selama ini orang hanya tahu tembakau hanya diambil daun sebagai bahan baku pembuatan rokok, ternyata, para peneliti di PTPN X sudah mengembangkan puluhan produk turunan dari akar, batang, hingga kuncup bunga.

Dari penjelasan Kepala Pusat Penelitian Tembakau Jember dan Klaten, Iwan Budianto, S.P, bersama tiga peneliti tembakau dari hulu hingga hilir yaitu Okta Prima Indahsari, S.Tp.,M.P,  Vardianata Yoedistira Virdawan, S.P, dan Isti Wahyudi  dijelaskan, khusus untuk daun tembakau, diolah menjadi rokok cerutu yang diekspor. Selembar daun dapat dijadikan sebatang cerutu yang harganya sampai Rp1 juta.

Limbah tembakau masih bisa diolah menjadi beragam produk baru yang memiliki nilai tambah dan prospektif untuk dikembangkan. Dari daun pucuk tembakau bisa diciptakan 21 produk, antara lain antidiabetik artifisial, pasta gigi, biohepatoprotector, tobacco absolute, homogenized tobacco leaf (HTL), dan nikotin cair.

Sedangkan dari batang tembakau bisa dirilis 20 produk, di antaranya biochar, tobaccoxylitol, hydrogel, papan partikel, biobriket, dan asap cair. Sementara bunga, biji, dan akar menyumbangkan 13 produk, contohnya tripleks, penyedap rasa alami, pakan ternak, dan parfum.   “Kalau di Lombok batang limbah tembakau bisa dijadikan kertas, kertasnya bisa dijadikan bahan kerajinan, keren itu,” jelas Okta.

Dari sekian banyak produk diversifikasi tembakau, mayoritas harganya kompetitif, antara lain soft candy, biochar, asap cair, biobriket, dan biopellet. Namun, ada pula produk yang harganya fantastis, yakni tobacco absolute. Jika tiga tahun sebelumnya harga per mililiter di pasar dunia adalah Rp 50.000, kini harganya sudah menembus $5.25/ml atau sekitar Rp 76.000/ml (asumsi $ 1 = Rp 14.500).

Diversifikasi produk tembakau memiliki kesempatan untuk berkembang  jika ada sinergisitas dan kolaborasi yang harmonis antar stakeholder-nya. Misalnya petani sebagai pemasok bahan baku, pelaku usaha sebagai produsen yang harus mampu menjaga konsistensi kualitas dan kontinuitas produk diversifikasi, peneliti dan akademisi sebagai inventor serta inovator produk dan manajerial, masyarakat sebagai loyal customer, dan pemerintah sebagai penghasil kebijakan yang pro tembakau sekaligus fasilitator akses pasar domestik maupun global.

“Jadi, tembakau jangan dimusuhi dan dianggap penyebab sakit. Justru kalau dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tembakau bisa jadi bermanfaat untuk kesehatan, juga bermanfaat besar bagi ekonomi,” demikian Okta.

Di PTPN X, rombongan sekaligus diajarkan membuat produk-produk turunan dari tembakau. Di antaranya proses pembuatan asap cair dari batang tembakau, asap cair memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk membunuh serangga.

Kemudian membuat pelet dan briket dari batang tembakau untuk memasak. Serta pembuatan kertas dari batang tembakau yang sudah digiling. Seluruhnya menggunakan teknologi tepat guna.

Sementara di UPT. PSMB-LT Jember, Kepala PSMB-LT, Abdiel Popang Kabanga beserta jajaran menyampaikan peran strategis UPT. PSMB-LT Jember untuk mendukung kegiatan pertembakauan dari hulu ke hilir di Jember.

UPT. PSMB-LT Jember dilengkapi laboratorium penguji terakreditasi ISO 17025 dan mampu menguji mutu komoditas pertanian seperti beras, gabah, jagung, tembakau, tar nikotin rokok, residu pestisida.

Didukung oleh peralatan uji termutakhir, layanan laboratorium penguji untuk mengukur kadar nikotin tembakau, kadar gula reduksi tembakau, kadar klorida tembakau, kada abu tembakau, kadar abu silikat  tembakau, kadar air tembakau, kadar tar nikotin rokok,  dan lainnya.

PSMB-LT dimanfaatkan oleh seluruh stakeholders tembakau di Jember untuk pengujian, kalibrasi, inspeksi dan SPPT SNI, sehingga tembakau yang diolah di Jember beserta produk turunannya  berstandar internasional untuk diekspor.

Kemudian di Museum Tembakau Jember yang dijadikan ruang edukasi tentang sejarah tembakau di dunia,  sejarah tembakau di Indonesia. Peralatan pengolahan tembakau dari lahan, alat-alat yang digunakan untuk membuat produk tembakau, hingga produk turunannya dari masa ke masa juga tersimpan di museum ini.

Dengan museum ini, diharapkan khususnya masyarakat Jember tidak melupakan sejarah tembakau, serta tetap melestarikan kearifan lokal sebagai penghasil tembakau. Sehingga tembakau tidak lekang oleh waktu.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti,  menjelaskan, kegiatan studi tiru yang dilakukan ke Jember diharapkan membuka “mata” bersama, besarnya potensi ekonomi dari tembakau. Bilamana, kegiatan industrialisasi dilakukan untuk menghasilkan beragam produk turunan dari tembakau.

IKM diharapkan belajar agar tidak memanfaatkan tembakau hanya sebatas daunnya. Seperti yang selama ini berlaku di Lombok. Lalu bagian-bagian yang lainnya dibuang percuma. Padahal, jika diolah, nilai tambah tembakau akan jauh lebih besar.

IKM logam sendiri diharapkan mampu memodifikasi kembali teknologi-teknologi tepat guna pendukung yang ada di Jember untuk diterapkan di NTB. Sementara Brida NTB juga diharapkan mampu melakukan inovasi-inovasi untuk pengembangan tembakau Lombok.

“Kita sedang mempersiapkan Desa Semoyang, Lombok Tengah sebagai proyek percontohan desa industri tembakau pertama di NTB. Selama ini kegiatan hilirisasi tembakau dilakukan hanya sampai proses saos tembakau kemudian dijual. Kita ingin ke depan ada industri tembakau yang massif di Semoyang,” ujarnya.

Belajar ke Jember, kata Nuryanti, adalah  upaya untuk Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dalam rangka membangun ekosistem industri tembakau yang lebih besar kedepannya.(bul)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...