Antisipasi Jangka Panjang Pandemi

PANDEMI Covid-19 belum berakhir, bahkan secara nasional cenderung mengalami kenaikan kasus dalam beberapa minggu terakhir. Karena itulah, tak ada pilihan kecuali dilakukan antisipasi jangka panjang dalam menghadapi pandemi dan menaati protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitas.

Ketua Tim Peneliti Center Semarang Fakultas Kedokteran Undip dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A(K) mengatakan, bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi pandemi ini yaitu dengan menyediakan vaksin dalam negeri dan meminta masyarakat untuk melakukan booster.

“Covid-19 masih belum selesai. Kita masih harus tetap memperketat prokes. Selain prokes, kita perlu menyediakan vaksin sendiri untuk kemandirian bangsa. Covid itu penyakit baru, kita tak pernah tau kapan selesainya, sehingga kita peru antisipasi jangka panjang,” ujar dr Yetti Movieta kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Dokter yang menjadi Tim Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN ini juga mengatakan,  Covid-19 merupakan penyakit yang baru dan mutasinya tergolong cukup cepat sehingga melahirkan beberapa varian baru Covid-19. Namun core atau inti virus tersebut pada dasarnya sama, hanya saja mutasi virus ini yang membuat berbagai macam modifikasi virus, sehingga perlu dilakukan antisipasi dengan melahirkan vaksin yang sesuai kebutuhan.

“Kalaupun semua masyarakat sudah tervaksin, yang kita kejar adalah adanya kekebalan komunitas. Minimal 80 persen ada di situ sudah menerima vaksin. Apapun jenis vaksinya itu akan tetap memberikan manfaat kepada komunitas itu,” ujarnya.

Fungsi vaksin menurutnya tidak hanya mencegah penyakit, namun mampu bisa meminimalisir tingkat keparahan orang yang terkena Covid-19 itu. Sehingga sudah terbukti bahwa orang yang telah menerima vaksin Covid, cenderung akan mengalami sakit yang tidak parah.

“Dengan adanya mutasi virus masih memungkinkan orang untuk terkena, namun vaksin itu melindungi seseorang Covid berat,” tambah dokter Yetty.

Ia mengatakan, antibodi yang dihasilkan oleh seseorang yang telah menerima vaksin lebih besar daripada antibodi orang yang pernah terkena Covid. Sehingga sangat ditekankan setiap masyarakat untuk menerima vaksin Covid-19 untuk menghadapi pandemi ini. (ris)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

0
Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil sekalipun. Itulah cara Gubernur NTB,...

Latest Posts

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...

Kasus Tanah Eks GTI, Menteri ATR/BPN akan Cek ke Gili Trawangan

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan...