Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim di NTB Harus Jadi Atensi

0
Pertemuan Konsepsi dan sejumlah pihak terkait isu pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di NTB (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB)– Perubahan iklim saat ini sudah terjadi dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat dunia, tak terkecuali di Provinsi NTB. Curah hujan, kekeringan dan musim yang tak menentu mengharuskan masyarakat bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Karena itulah pemerintah, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)  dan seluruh komponen masyarakat perlu menyusun program aksi adaptasi perubahan iklim untuk menjamin atau mengamankan pencapaian sasaran utama pembangunan. Hal ini juga untuk meningkatkan ketahanan masyarakat, baik secara fisik, ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap perubahan iklim tersebut.

Konsosrsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi atau Konsepsi bersama sejumlah elemen terkait telah menggelar pertemuan dalam rangka memaksimalkan keterlibatan OMS dalam Pokja Adaptasi Perubahan Iklim. Hal ini dalam rangka mendorong pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di Provinsi NTB. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Madani, Kamis, 7 Juli 2022.

Konsepsi dengan dukungan Islamic Relief melalui program Pendalaman Adaptasi Perubahan Iklim untuk kemakmuran mengundang sejumlah elemen untuk terlibat dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengatasi perubahan iklim. Terutama petani tadah hujan, petambak garam dan pembudidaya lobster di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim).

Koordinator Area Islamic Relief NTB M. Jawad  mengatakan, salah satu hasil kegiatan proyek pada level Pemprov NTB yaitu terbentuknya Pergub  No 54/2019 tentang Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim dan pembentukan Pokja Adaptasi Perubahan Iklim (API) Provinsi NTB.

“Salah satu tujuan kita bagaimana peluang advokasi penguatan Pokja terkait pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di NTB,” ujarnya.

Pembangunan rendah karbon menjadi perhatian di Bappenas. Namun Provinsi NTB sejauh ini belum menjadi lokus program ketahanan iklim dan pembangunan rendah karbon, sehingga itulah satu satu yang diinginkan oleh masyarakat NTB agar pemerintah pusat melirik daerah ini sebagai lokus program-program yang menyangkut isu perubahan iklim.(ris)