Organda NTB akan Hearing ke Pertamina Terkait Penebusan BBM Subsidi dengan Aplikasi

0
Junaidi Kasum. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB berencana akan melakukan hearing ke Pertamina TBBM Ampenan. Tujuannya untuk memperjelas aturan penebusan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU-SPBU. “Besok ini (hari ini) kami akan hearing ke Pertamina, dalam rangka mempertanyakan terkait penerapan  aplikasi MyPertamina,” kata Ketua Organda Provinsi NTB, Junaidi Kasum di Mataram, Kamis, 7 Juli 2022.

Pengusaha angkutan menurutnya ingin mendapatkan kejelasan. Apakah penebusan BBM subsidi di SPBU dengan mengharuskan penggunaan aplikasi MyPertamina tidak mempersulit para pengusaha transportasi darat. “Aturannya seperti apa mekanisme penebusan BBM subsidi untuk umum, seperti apa juga implementasinya bagi company (perusahaan angkutan). Kami ingin mendapatkan informasinya,” imbuh Junaidi Kasum, atau akrab dipanggil JK.

Aplikasi MyPertamina dianggap sebagai barang baru. Penebusan BBM subsidi menggunakan aplikasi ini berlaku bagi seluruh jenis angkutan umum darat. Dari kendaraan pribadi, kendaraan besar, sedang, hingga kendaraan terkecil sepeda motor. “Apalagi untuk kalangan transportasi umum, tidak semua pengemudianya tahu cara mengoperasikan android. Bagaimana dengan kelompok-kelompok ini. apakah mereka kesulitan dan siapa yang akan membantunya untuk mendapatkan BBM subsidi,” imbuhnya.

JK menyebut, dari koordinasi awal dengan Pertamina, per 1 Agustus 2022 ini, Provinsi NTB khususnya di Kota Mataram akan menjadi pilot project pemberlakukan penebusan BBM subsidi menggunakan aplikasi MyPertamina. Oleh karena itu, jauh-jauh hari masyarakat pengguna transportasi harus mendapatkan informasi yang jelas.

“Masyarakat harus teredukasi. Terutama masyarakat transportasi. Supaya jangan saat pelaksanaannya nanti semua kelabakan, semua kesulitan. Itulah yang akan kita minta penjelasan dari Pertamina,” jelas JK. Dari Organda NTB rencananya akan menghadirkan para pengurus Organda dari masing-masing kabupaten/kota di Pulau Lombok sebagai perwakilan.

Sebelumnya Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi NTB, I Komang Gandhi juga menyampaikan rencana penerapan penebusan BBM subsidi di SPBU menggunakan aplikasi MyPertamina akan diberlakukan pada Agustus 2022 ini. Untuk uji coba nanti, setidaknya dilakukan di enam SPBU yang ada di Kota Mataram.

Yakni, SPBU Pelembak Ampenan, SPBU Selagalas, SPBU Mayura, SPBU Terminal Mandalika, SPBU Dasan Cermen, dan SPBU Pagesangan. Setelah enam SPBU ini, rencananya akan dilanjutkan ke SPBU-SPBU lainnya. Gandhi mengatakan, secara keseluruhan SPBU sudah siap menerapkan kebijakan ini. seluruh SPBU sudah dilengkapi dengan perangkat digital. “Tinggal edukasi ke masyarakat untuk jika kebijakan ini benar-benar diterapkan di NTB,” ujarnya. (bul)