Modal Inti Bank NTB Syariah Diyakini Mampu Terpenuhi

Mataram (Suara NTB) – DPRD Provinsi NTB yakin bahwa PT. Bank NTB Syariah akan bisa memenuhi modal inti Rp 3 triliun di tahun 2024 mendatang sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Tentu selain pemerintah kabupaten/kota harus menambah penyertaan modalnya, Gubernur NTB serta anggota dewan juga dengan relasi masing-masing diharapkan ikut membantu bank pembangunan daerah tersebut dalam memenuhi modal intinya.

Seperti diketahui, OJK mewajibkan bank memenuhi ketentuan modal minimum Rp3 triliun di tahun 2024. Hal itu diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Bank NTB Syariah, salah satunya yang harus memenuhi modal inti sebesar ini. Jika tidak, pilihannya ada dua yaitu turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), atau izin usaha bank dibekukan.

Anggota Komisi III DPRD NTB, Dr. TGH Hazmi Hamzar mengatakan, pemenuhan modal inti untuk Bank NTB Syariah memerlukan kolaborasi antara Pemda dan legislatif. Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah dengan jaringannya yang luas di Jakarta diyakini bisa mendatangkan ratusan miliar kekurangan modal inti setelah Pemda Kabupaten/Kota terlebih dahulu menambah modal bank tersebut.

“Saya yakin kekurangan dana untuk modal inti tiga triliun tidak sulit untuk dipenuhi oleh Pemda. Dengan satu asumsi bahwa seluruh kabupaten/kota menambah modal mereka sesuai dengan komitmen bersama,” ujar Hazmi Hamzar kepada Suara NTB, Kamis, 7 Juli 2022.

Jika 10 kabupaten/kota sudah memberikan penyertaan modal tambahan untuk Bank NTB Syariah, diprediksi bank pembangunan daerah tersebut masih memiliki kekurangan antara Rp300 – Rp400 miliar. Kekurangan anggaran itulah yang harus dicari oleh pimpinan daerah dan anggota legislatif melalui jaringan masing-masing.

“Saya kira dana Rp300 sampai 400 miliar bagi Gubernur yang relasinya sangat banyak di Jakarta tak sulit mencari uang sebanyak itu,” katanya.

Sementara itu Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah mengatakan Pemprov NTB tetap optimis pemenuhan modal inti itu akan mampu dipenuhi oleh Bank NTB Syariah dengan sejumlah strategi yang sedang dijalankan. Ia meyakini, POJK tentang Konsolidasi Bank Umum tersebut sebagai dorongan agar bank pembangunan daerah semakin kuat dan semakin besar.

“Kami masih optmis bisa ya. Ini cara pemerintah untuk menyemangati supaya kita jadi lebih besar . Sebab kalau terlena dengan kondisi sekarang, nanti tak ada upaya untuk mengejar lebih besar lagi,” ujar Gubernur.(ris)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik...

0
Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala bisnisnya. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan yang ke-77 Republik...

Latest Posts

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...