Jika Jadi Tuan Rumah PON, NTB Bisa Bangun Stadion Senilai Rp2 Triliun

0
H. Mori Hanafi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pencalonan NTB bersama NTT sebagai tuan rumah PON 2028 bisa mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB, khususnya pengembangan fasilitas di bidang olahraga prestasi. Salah satu fasilitas yang hampir dipastikan akan terbangun adalah stadiun dengan nilai pembangunan yang ditaksir nilainya mencapai Rp2 Triliun.

Kemungkinan itu diutarakan Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi kepada Suara NTB, saat ditanyai soal rencana pencalonan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 bersama NTT, baru-baru ini.

Jika benar NTB bisa memiliki stadion dengan nilai sebesar itu, maka itu akan menempatkan stadion di NTB dalam jajaran stadion-stadiun berkualifikasi internasional seperti Jakarta International Stadium (JIS). Untuk diketahui, stadion di Jakarta Utara itu, dibangun dengan dana mencapai Rp4,5 triliun.

Mori optimis, dengan status NTB dan NTT sebagai calon tunggal dalam pendaftaran tuan rumah PON 2028, maka status sebagai tuan rumah PON 2028 semakin dekat untuk diwujudkan. Apalagi, NTB dan NTT juga sudah mengantongi dukungan mayoritas provinsi-provinsi di Indonesia.

“Insya Allah, kita akan memenangkan dan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi kita semua, kalau nanti NTB menjadi tuan rumah pada tahun 2028 tersebut. Saya tentunya rasa bangga, terharu atas dukungan dari banyak daerah, dan sekali lagi tentunya, ini harus kita buktikan bahwa NTB dan NTT mampu menjadi tuan rumah pada tahun 2028,” ujar Mori.

Mori menegaskan, jika NTB dan NTT benar-benar ditetapkan sebagai tuan rumah, NTB akan mendapatkan banyak sekali manfaat berupa pembangunan fasilitas olahraga. Paling tidak, ujarnya, dukungan dana dari APBN nanti akan didapatkan berupa dukungan dana pembangunan stadion.

“Yang benar-benar besar nanti untuk pembangunan stadion, baik untuk pembukaan maupun atau untuk penutupan. Jadi misalnya kalau pembukaannya di NTT, maka penutupannya di NTB. Itu dibutuhkan stadion. Itu anggarannya juga besar. Bisa Rp2 triliun itu,” seru Mori.

Mori menambahkan, jika berkaca pada pelaksanaan PON di Papua, anggaran sebagai tuan rumah diperkirakan mencapai Rp6 triliun untuk NTB saja. Artinya, jika ditambahkan dengan dana yang akan ditanggung oleh NTT, nilainya bisa mencapai sekitar Rp12 triliun.

“Nah, perkiraan kami, dana pendampingan dari pemerintah itu, bisa sampai 1 triliun. Tapi 1 triliun itu, bisa juga kita dapatkan dari, sponsor,” ujarnya.

Mori mencontohkan, ketika PON Papua, pemerintah daerah bisa menghimpun dana dari sponsor. Terutama, dari perusahaan besar seperti PT Freeport.

“Nah kita kan punya tambang-tambang juga kan. Ada PT. Amman Mineral, ada yang sudah merilis cadangan mineralnya di Dompu itu, PT Sumbawa Timur Mining misalnya, mudah-mudahan dia sudah berproduksi tahun 2028 misalnya, sehingga dia bisa berpartisipasi aktif,” imbuh Mori.

Mori menegaskan, pemerintah kabupaten/kota juga dapat ikut berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan PON di NTB. Paling tidak, ujar Mori, pemerintah kabupaten/kota di NTB akan berkontribusi dalam bentuk penyediaan lahan untuk pembangunan venue. Apalagi, ujar Mori, nantinya penyelenggaraan pertandingan berbagai cabor juga akan digelar di kabupaten/kota sehingga semua kabupaten/kota juga akan ikut merasakan manfaat penyelenggaraan PON tersebut. (aan)