FEB Unram Hadirkan Dosen Tamu dari Makkah dalam Kuliah Umum

0
Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo (tiga dari kiri) bersama dosen tamu, Ali Ahmad Algassim (empat dari kiri) saat kuliah umum bertajuk “Managing Sustainable Tourism: From University to the Destinations” di Ruang Teater, Gedung C FEB Unram pada Kamis, 7 Juli 2022. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB Unram) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Managing Sustainable Tourism: From University to the Destinations” di Ruang Teater, Gedung C FEB Unram pada Kamis, 7 Juli 2022.

Kuliah umum ini menghadirkan dosen tamu, yaitu Ali Ahmad Algassim, Ph.D., dari Umm Al-Quro University, Makkah. Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., beserta seluruh dosen FEB Unram menyambut baik kedatangan Ali Ahmad Algassim, Ph.D. dalam rangka memberikan perkuliahan terkait kepariwisataan kepada mahasiswa.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar ke depan Unram dengan Universitas Umm Al-Quro, Makkah dapat menjalin kerja sama secara institusional. Karena Unram sangat mendukung kegiatan berskala internasional, kuliah umum yang bersifat internasional, dan konferensi yang berkelanjutan.

“Kita mulai dengan level yang kecil, misalnya subjek unggulan dari Unram yang bisa kita kerjakan bersama dengan pertukaran pelajar dan pertukaran dosen baik sifatnya online maupun offline antara Universitas Mataram dan Universitas Umm Al-Quro kerjasama,” ungkap Prof. Bambang.

Ali Ahmad Algassim, Ph.D. turut menyampaikan maksud kunjungannya ke Indonesia adalah untuk meninjau dan mempelajari praktik-praktik pariwisata berkelanjutan yang ada di Indonesia, mulai dari Bali, Jogjakarta, dan Lombok.

“Kami berharap adanya kerja sama ke depannya antara Umm Al-Quro University dengan Universitas Mataram baik di bidang riset maupun pengembangan SDM maupun pertukaran pelajar,” ujar Ali.

Tema kuliah umum ini secara khusus membahas daerah Makkah, di mana kondisi gurun saat ini akan dijadikan dan dikembangkan menjadi destinasi wisata modern dan berkelanjutan. Selain itu, terdapat ratusan ribu peluang kerja untuk masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Arab Saudi dengan syarat memiliki kemampuan dalam bidang kepariwisataan. (ron)