Dua Guru Pesantren Asal Desa Senteluk Juara MTQ Provinsi NTB

0
Dua warga Senteluk kecamatan Batulayar, Lobar, yang berhasil keluar sebagai juara pada MTQ tingkat provinsi NTB di Lotim, 6 Juli 2022.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai guru pesantren di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar), menyumbangkan prestasi untuk daerah Lombok Barat. Keduanya mampu menyabet Juara I dan II Cabang Khattil Al-Quran atau kaligrafi pada MTQ XXIX Tingkat Provinsi NTB di Lombok Timur, 6 Juli lalu.

Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdul Rahman yang dikonfirmasi terkait warganya yang juara pada MTQ tingkat provinsi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas keberhasilan warganya tersebut. “Alhamdulillah warga kami berhasil menjadi Juara I dan II Cabang Khattil Al-Quran pada MTQ tingkat provinsi,” kata Fuad ditemui di kantornya, Kamis, 7 Juli 2022.

Dijelaskan, dua warganya yang merupakan pasangan suami istri tersebut masing-masing bernama Ustadz Hazizul Hakim dan Ustazah Yulianah tinggal di Dusun Senteluk Daye. “Keduanya merupakan guru pesantren (ponpes),” kata Fuad. Menurutnya, dua warganya ini sendiri memang mahir dalam kaligrafi Al-Quran. Sebelum masuk menjadi kafilah mewakili Lobar pada MTQ tingkat provinsi di Lotim, keduanya sudah mengikuti berbagai lomba baik di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

Lalu keduanya mengikuti seleksi MTQ tingkat kecamatan, dan berhasil mendapatkan juara sehingga berhak ikut seleksi MTQ tingkat Kabupaten. “Di MTQ tingkat kabupaten juga Juara sehingga mewakili Lobar pada MTQ tingkat provinsi,” ujarnya. Pada MTQ tingkat provinsi pun keduanya berhasil memborong Juara I dan II. Pihaknya sendiri akan memberikan apresiasi berupa hadiah kepada keduanya atas prestasi meraih juara pada MTQ tingkat provinsi. “Kita akan berikan hadiah,” ujarnya. Pihaknya juga akan mendukung warganya dalam mempersiapkan diri mengikuti MTQ tingkat nasional.

Sementara itu Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara mengatakan pasutri tersebut selalu kompak saling mendukung dalam bidang seni kaligrafi sehingga setiap lomba mereka pun selalu juara. “Dan berhasil juara MTQ tingkat provinsi,” jelasnya. Pihaknya berharap kepada mereka agar bisa menularkan bakatnya ke generasi muda, agar lebih banyak lagi bibit -bibit di Lobar yang bisa seni kaligrafi Al-Quran dan mengharumkan nama Lobar. “Kami juga berharap agar para juara seperti ini hendaknya diperhatikan oleh Pemda,” ujarnya.

Perhatian berupa pemberian bonus dan pembinaan ini penting agar mereka tetap termotivasi tetap membela Lobar. Jangan sampai kurangnya perhatian itu menyebabkan mereka diambil daerah lain. Sehingga semula supremasi MTQ itu, biasanya tradisi juara umum MTQ itu adalah Lobar namun sekarang memudar. (her)