Disayangkan, Masyarakat Vaksin Booster Saat Ada Keperluan

Mataram (Suara NTB) – Peningkatan cakupan vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kota Mataram, masih menjadi tantangan. Masyarakat hanya vaksin saat ada keperluan. Kesadaran ini perlu dibangun agar vaksinasi menjadi kebutuhan untuk membentuk kekebalan tubuh.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati dikonfirmasi, Kamis, 7 Juli 2022 mengaku, permintaan untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster tidak terlalu signifikan dibandingkan sebelumnya. Masyarakat hanya datang untuk vaksin booster saat ada keperluan seperti persyaratan perjalanan atau melengkapi kebutuhan administrasi. “Selebihnya ndak ada. Cuma yang datang minta divaksin saat mau perjalanan ke luar daerah,” kata Eka.

Pihaknya tetap melayani vaksinasi dosis I,dosis II,dan vaksin booster. Meskipun, sudah tidak tempat khusus yang disediakan seperti pelaksanaan vaksinasi pada bulan Ramadhan lalu. Eka melihat, masyarakat menganggap sudah tidak menganggap vaksin booster sebagai isu kebutuhan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, agar tidak mudah terserang virus corona. “Mungkin karena sudah tidak jadi isu strategis, makanya masyarakat tidak mau vaksin booster. Kalau sudah vaksin booster berbayar baru ramai-ramai datang ke rumah sakit,” ujarnya.

Rendahnya cakupan vaksinasi dosis di Kota Mataram disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, rasa takut masyarakat terhadap dampak vaksin dosis ketiga. Pasalnya, wacana yang berkembang di tengah masyarakat pasca vaksinasi booster akan menyebabkan deman dan lain sebagainya. Kedua, munculnya perdebatan halal-haram kandungan vaksin tersebut. Ketiga, informasi hoaks yang berkembang sehingga memunculkan ketakut-ketakutan dan lain sebagainya. “Ada yang bilang setelah vaksin booster jadi ini itulah, sehingga masyarakat jadi takut,” ujarnya.

Kebijakan pemerintah pusat mewajibkan vaksin booster sebagai syarat untuk masuk ke pusat perbelanjaan, bepergian, dan lain sebagainya diharapkan bisa meningkatkan permintaan vaksinasi dosis ketiga di Kota Mataram.

Eka menambahkan, pihaknya tidak berani menyetok terlalu banyak vaksin di rumah sakit. Pasalnya, vaksin memiliki masa kedaluwarsa, sehingga vaksin yang disiapkan tergantung dari jumlah permintaan masyarakat setiap harinya. “Stok ada, tetapi tidak terlalu banyak. Vaksin ini juga ada masa berlakunya,” demikian kata dia. (cem)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

0
Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil sekalipun. Itulah cara Gubernur NTB,...

Latest Posts

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...

Kasus Tanah Eks GTI, Menteri ATR/BPN akan Cek ke Gili Trawangan

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan...