Alumnus Unisma, Hainona Izza Lolos Beasiswa LPDP ke Australia

0
Hainona (tengah) bersama rekannya saat Hari Raya Iduladha di Mumbai, India

ALUMNUS Prodib Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma), Hainona Izza Golia berhasil mewujudkan salah satu impiannya.

Dia mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan pendidikan S2 di Monash University, Australia, di Program Studi (Prodi) Master of TESOL.
Hainona mengaku tak menyangka menjadi satu dari sekian banyak pendaftar yang beruntung telah lolos seleksi karena selain persaingannya yang ketat, ini juga kali pertamanya mendaftar beasiswa LPDP. “Ini pertama kali saya daftar LPDP, makanya sedikit nggak nyangka (bisa lolos). Saya sama sekali tidak menaruh ekspektasi yang besar,” ujarnya.

Bahkan, Hainona mengaku sempat tak percaya diri ketika mengetahui ada beberapa rekannya yang rela gagal berulang kali dan bersusah payah meraih beasiswa yang dikelola oleh pemerintah itu. Terlebih, ia baru sempat submit syarat pendaftaran di hari terakhir karena sibuk dengan aktivitas dan pekerjaannya di Unisma.

“Apalagi kebanyakan di sana itu orang-orang yang sudah pernah daftar, satu kali, dua kali, tiga kali, bahkan ada yang empat kali. Dari situ saya agak pesimis. Kalau diterima ya alhamdulillah, kalau nggak diterima ya nggak apa-apa. Tapi ternyata alhamdulillah banget bisa diterima,” ucapnya.

Sebelum lulus, alumnus Unisma angkatan tahun 2014 ini merupakan seorang organisatoris kampus. Hainona pernah menjadi Ketua Himpunan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP atau lebih dikenal dengan English Student Association (ESA) Unisma di tahun 2017.
Wisudawan terbaik tingkat universitas di tahun 2018 ini juga menjadi guru bahasa Inggris dalam program Second Language (ESL) Teacher, di Orchids the International School, Mumbai, India, tahun 2019-2020.

“Harapannya nanti ingin lulus (S2) tepat waktu lagi. Terus waktu S1 dulukan saya ikut organisasi banyak, ada tujuh atau delapan organisasi yang saya ikuti. Jadi pengennya pas di kuliah (S2) nanti di Australia tetep aktif ikut organisasi-organisasi yang ada di sana juga, kalau bisa, kalau tugas kuliahnya nggak berat,” terangnya, sembari tersenyum.

Perempuan berhijab ini juga membagikan beberapa tips bagi siapapun yang ingin melanjutkan kuliah di dalam maupun luar negeri dengan beasiswa LPDP.

Pertama, kata Hainona, kuatkan niat dan jangan malas. “Dari dulu saya punya keinginan untuk dapetin beasiswa. Cuma nggak pernah action, sekedar ingin aja niatnya nggak kuat,” imbuhnya.
Selanjutnya, harus berani bergerak dan memulai. Paling tidak, kunjungi website LPDP dan mencari informasi sederhana lalu buat akunnya. Cara ini, masih kata Hainona, bisa memantik semangat calon pendaftar untuk memulai.

“Buat yang pengen kuliah di luar negeri. Saran saya harus punya sertifikat bahasa Inggris dulu, yang mana itu harus disesuaikan dengan syarat minimal skor yang ada di perguruan tinggi luar negeri dan syarat minimal yang di LPDP,” jelasnya.

Lebih jauh, Hainona juga mengaku bersyukur atas pencapaiannya saat ini. Seiring dukungan orang tuanya selama berkuliah di Unisma, ia menemukan tempat kedua yang mengajarkan banyak pengalaman dan memberi motivasi.
“Di Unisma saya bertemu dosen yang hebat, ada banyak dosen Unisma yang lulusan luar negeri. Hal itu menginspirasi saya banget. Saya termotivasi untuk mengikuti jejak mereka sebagai lulusan luar negeri,” paparnya.

Termasuk lingkungan pertemanan yang mendukung dan organisasi yang berpengaruh pada perkembangan dirinya saat ini. “Organisasi Unisma itu berpengaruh banget untuk pengembangan diri saya pribadi. Terutama soft skill seperti leadership. Pengalaman di Unisma itu banyak banget dan sudah seperti keluarga buat saya,” tukasnya.(r/*)