Tekan Rokok Ilegal, Doktor Najam Serukan Sinergi dan Kolaborasi

0
Pemaparan narasumber dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Penekanan Peredaran Rokok Ilegal Berbasis Aplikasi Lingkup Satpol PP Provinsi dan Kab/Kota se-NTB, di Mandalika Ballroom, Hotel Astoria Mataram, Senin, 4 Juli 2022.(Suara NTB/ist)

Kasat Pol PP Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy menegaskan komitmen pihaknya untuk mengoptimalkan serta menekan peredaran rokok ilegal serta koordinasi antara Satpol PP, Bea Cukai, Polda NTB dan Biro sebagai pelaku utama dalam penegakan perda terkait Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal berbasis aplikasi.

Penegasan itu disampaikannya di sela Rapat Koordinasi Optimalisasi Penekanan Peredaran Rokok Ilegal Berbasis Aplikasi Lingkup Satpol PP Provinsi dan Kab/Kota se-NTB, di Mandalika Ballroom, Hotel Astoria Mataram, Senin, 4 Juli 2022. Dalam kesempatan itu, Kasatpol PP NTB yang akrab disapa Doktor Najam ini juga menjelaskan alasan di balik penggunaan aplikasi dalam upaya menekan rokok ilegal.

“Mengapa judulnya aplikasi? Karena Alhamdulillah pada tahun 2021 Provinsi NTB menjadi adalah peringkat ke-6 (enam) sebagai Provinsi terinovatif, dikarenakan ada 62 (enam puluh dua) inovasi berbasis aplikasi yang di sumbang oleh OPD Provinsi NTB,” jelas Doktor Najam.

Dalam rakor yang diselenggarakan secara khidmat tersebut, Kasat Pol PP NTB bekerjasama dengan Dinas Kominfotik NTB, meresmikan Aplikasi SIGOKIL (Sistem Informasi Gempur Rokok Ilegal) yang sebelumnya adopsi dari SIROLEG (Sistem Informasi Rokok Ilegal) yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan.

“Dalam kesempatan yang khidmat ini, saya berharap kita semua sebagai aparat penegak perda tetap menjalin sinergi dan kolaboratif demi terselenggaranya ketentraman dan ketertiban umum lingkup Kab Kota Provinsi NTB,” imbuh Doktor Najam di hadapan para Kasat Pol PP Kab Kota.

 “Harapan saya, dengan adanya aplikasi SIGOKIL ini, tidak hanya memberikan infomasi terkait peredaran rokok ataupun barang kena cukai ilegal namun  memudahkan kita untuk memberikan informasai pelayanan publik lainnya secara daring di era transformasi digital,” tutup Doktor Najam.

Rapat koordinasi berlangsung aman dan kondusif, dengan antusiasme peserta yang sangat luar biasa. Besar harapan dengan terselenggaranya acara tersebut, dapat memudahkan koordinasi antar Satpol PP dengan Bea Cukai terkait penekanan barang kena cukai ilegal. (*)