Pemkot Bentuk Tim Awasi Program Strategis

0
Lalu Alwan Basri. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akan membentuk tim khusus untuk memantau dan mengawasi program strategis masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Pelibatan unsur eksternal diharapkan mengurangi risiko kerugian negara.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 6 Juli 2022 menjelaskan, pengawasan terhadap program strategis tidak seperti sebelumnya, melainkan harus ada keterlibatan dari eksternal pemerintah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan program terutama pekerjaan fisik maupun pengadaan barang dan jasa yang sifatnya ditender maupun pengadaan langsung.

Pelibatan tim eksternal dari unsur aparat penegak hukum (APH) sifatnya membantu sekaligus mengingatkan progres dan pekerjaan mana saja yang perlu digenjot. “Tidak hanya dari Inspektorat saja, tetapi kita juga butuh tim dari eksternal seperti Kejaksaan untuk membantu mengawasi,” kata Alwan.

Di tahun 2022 lanjutnya, banyak program prioritas yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Mataram. Di antaranya, lanjutan pembangunan gedung kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga dengan anggaran senilai Rp3,4 miliar. Lanjutan pembangunan gedung kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dengan anggaran senilai Rp4,8 miliar.

Peningkatan kualitas jalan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp10 miliar, pengadaan obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dari anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp9,6 miliar dan lain sebagainya.

Alwan menegaskan, pengawasan program strategis ini, dinilai sangat penting supaya tidak ditemukan kekurangan volume maupun denda keterlambatan seperti pengalaman sebelumnya. “Selama ini yang menjadi temuan Inspektorat itu adalah kekurangan volume dan denda keterlambatan. Nah, ini yang kita antisipasi dari tim yang akan kita bentuk,” terangnya.

Pengawasan terhadap program diakui, menjadi ranah Inspektorat. Namun demikian, pihaknya akan berjalan beriringan untuk mengawasi program strategis tersebut. Misalnya, tim akan fokus pada deviasi pekerjaan, sehingga dilakukan monitoring oleh tim lainnya. Pembagian tugas lanjutnya, sangat penting agar pelaksanaan pekerjaan fisik bisa berjalan dengan baik dan volume pekerjaan dikerjakan sesuai dengan rencana anggaran belanja. “Kita coba dengan terobosan baru. Jangan sampai seperti pengalaman sebelumnya ada temuan kekurangan volume lagi,” ulasnya. (cem)