Pelaksanaan Idul Adha Tetap Perhatikan Prokes

0
Lalu Martawang. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram tidak memberlakukan pembatasan ketat terhadap pelaksanaan salat Idul Adha pekan ini. Masyarakat dipersilakan menggelar di lapangan dan masjid asalkan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, pemerintah mempersilahkan masyarakat melaksanakan salat Ied di masjid dan lapangan pada Idul Adha pekan ini. Namun, para jamaah diwajibkan mematuhi protokol kesehatan minimal menggunakan masker dan mencuci tangan. Hal ini dinilai penting seiring terjadinya peningkatan kasus coronavirus disease atau Covid-19 varian baru secara nasional. “Kalau jaga jarak mungkin bisa kita maklumi. Tetapi penggunaan masker dan menyediakan tempat cuci tangan dirasa penting untuk diperhatikan,” kata Martawang.

Penerapan prokes di tengah melandainya kasus Covid-19 di Kota Mataram, bukan berarti melestarikan kekhawatiran yang berlebihan. Namun, masyarakat juga harus patut waspada karena pandemi belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat atau perusahaan yang menggelar ibadah salat Idul Adha tidak perlu meminta izin ke Satgas Penanggulangan dan Penanganan Covid-19. Menurutnya, panitia pelaksana cukup menginformasikan ke pemerintah setempat, sehingga lebih mudah dipantau. “Saya kira cukup menginformasikan dimana lokasi pelaksanaan Idul Adha, supaya ketika ditanya oleh Pemprov NTB, kita bisa memberikan jawaban lokasi-lokasi pelaksanaan salat Ied yang dilaksanakan masyarakat,” ujarnya.

Adapun kebijakan vaksinasi dosis ketiga atau booster serta kebijakan lainnya yang akan diterapkan oleh pemerintah pusat. Martawang mengatakan, masyarakat cukup adaptif dengan kebijakan sebelumnya.

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menambahkan, kasus harian Covid-19 di Kota Mataram dapat dikendalikan atau tidak terlalu signifikan. Meskipun pada tanggal 18-28 Juni ada kenaikan lima kasus Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh. Pasien yang terkonfirmasi positif corona virus disease memiliki gejala ringan. Ia menegaskan, bukan varian baru Covid-19. “Cuma gejala ringan saja dan sudah sembuh,” ujarnya.

Nyoman mengatakan, kebijakan pemerintah pusat tersebut seiring dengan pelandaian protokol kesehatan. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan digenjot kembali di pusat perbelanjaan, bioskop maupun rumah makan. Kapasitas pengunjung khusus daerah kategori PPKM level I dipersyaratkan 90 persen. Beda dengan daerah dengan PPKM level II dibatasi kapasitas pengunjung 50 persen. (cem)