Kebijakan Booster akan Berpengaruh ke Wisatawan

0
Seorang pengendara melintas di salah satu ruas jalan Kota Mataram, Rabu, 6 Juli 2022, saat dua orang wisatawan mancanegara berjalan kaki sambil menikmati suasana di Kota Mataram, Rabu, 6 Juli 2022. Kebijakan vaksin dosis ketiga atau booster dikhawatirkan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Geliat pariwisata di Kota Mataram baru saja bangkit pasca melandainya kasus virus corona. Kebijakan pemerintah pusat menerapkan vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi pelaku perjalanan dikhawatirkan berpengaruh ke kunjungan wisatawan. Kendati demikian, aturan tersebut harus tetap dijalankan oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menerangkan, kebijakan pemerintah pusat tersebut membuatnya dilematis. Di satu sisi, pariwisata di Pulau Lombok khususnya Kota Mataram mulai bergairah setelah melandainya kasus Covid-19. Di sisi lain, persyaratan vaksin dosis ketiga atau booster bagi pelaku perjalanan harus diterapkan oleh pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat. “Iya, bagaimana yah. Kita juga posisi dilematis,” kata Denny dikonfirmasi, Rabu, 6 Juli 2022.

Penerapan booster bagi pelaku perjalanan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Tidak semuanya kata Denny, masyarakat mendapatkan vaksinasi booster dan terbiasa dengan sosialisasi tersebut, sehingga perlu waktu mensosialisasikan vaksinasi dosis ketiga tersebut. Ia mencontohkan, para aparatur sipil negara (ASN) masih banyak  yang belum mendapatkan vaksin dosis ketiga. “Apapun itu kita akan melakukan sosialisasi karena apa yang dilakukan pemerintah memang harus diterapkan,” ujarnya.

Denny mengkhawatirkan di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan geliat ekonomi melalui kunjungan wisatawan dengan berbagai kegiatan nasional maupun internasional. Hal ini akan berdampak ke pariwisata.

Denny menyebutkan, okupansi hotel sampai pertengahan Juni masih 53 persen. Kemungkinan terjadi kenaikan menjadi 70 persen lebih pada awal bulan Juli, karena banyaknya kegiatan nasional yang terpusat di Kota Mataram. Hotel berbintang hampir seluruhnya penuh. “Pekan kemarin saya cek hunian hotel bintang hampir semuanya penuh, karena adanya kegiatan nasional,” terangnya.

Untuk penerapan aplikasi PeduliLindungi di hotel lanjutnya, masih diterapkan sampai saat ini. Wisatawan yang menginap di hotel berbintang diwajibkan menunjukkan kartu PeduliLindungi sebagai bentuk kewaspadaan akan bahaya penyebaran virus corona di Kota Mataram.

Kendati demikian, pada puncak pada bulan Juli – Agustus diharapkan tidak berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan, sehingga aktivitas ekonomi berjalan dengan baik. (cem)