Cegah Potensi Pembawa Virus, Kapolda Instruksikan Pelabuhan Dijaga Ketat

0
Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto bersama Danrem 162/WB Sudarwo Aris Nurcahyo didampingi Kepala Distan Lobar H. Lalu Winengan bersama jajaran otoritas Pelabuhan Lembar, Rabu, 6 Juli 2022. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Tingkah kesembuhan ternak yang terjangkit PMK di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus meningkat mencapai 70 persen dari sebelumnya sekitar 60 persen. Untuk tetap menjaga kondisi ini agar tetap kondusif,  pintu masuk di Pelabuhan Lembar pun dijaga ketat mencegah adanya potensi pembawa virus masuk melalui pelabuhan itu, baik penumpang dan ternak yang diseberangkan.

Kepala Dinas Pertanian Lobar H. Lalu Winengan menyebut dari total ternak yang terjangkit PMK sebanyak 12.383 ekor, terdapat 8.425 ekor yang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya masih dalam proses penanganan. “Dari 12.383 ekor terkena PMK, itu sudah sembuh 8.425 ekor atau  mencapai 70 Persen, terjadi kenaikan,” kata Winengan di sela-sela mendampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto turun ke Pelabuhan Lembar, Rabu, 6 Juli 2022.

Terkait penanganan penjagaan keluar masuknya hewan di pelabuhan sudah ada kesepakatan semua pihak terkait. Pihaknya sudah rapat dengan Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres, Balai Karantina dan pihak otoritas pelabuhan terkait lainnya. “Bahkan kendaraan dan manusia yang lewat harus disemprot disinfektan supaya tidak membawa virus,”imbuh dia.

Sementara itu, Kapolda NTB Djoko Poerwanto saat turun ke Pelabuhan Lembar menegaskan dalam penanganan PMK di NTB, selain melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengamanan, juga mewaspadai terkait pembawa atau carrier.

Kapolda menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Korem 162 Wira Bhakti, Dinas Pertanian, Karantina Kelas 1 Mataram, PP. ASDP Cabang Lembar serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Lembar.

“Saya dengan Pak Danrem, dengan Kapolres, Dandim, Kadis Pertanian, Karantina, dengan ASDP, dan KKP, melihat langsung apa yang sudah kita lakukan bersama. Untuk menentukan Langkah dalam menghadapi situasi PMK, khususnya di Nusa Tenggara Barat,” ungkap Kapolda NTB, Rabu, 6 Juli 2022.

Koordinasi ini bertujuan agar situasi PMK di NTB tetap kondusif, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. “Lebih khususnya lagi di Lombok, seperti arahan dari Menteri Maritim dan Investasi, selain melakukan upaya-upaya penanganan yang telah kita lakukan, kita juga mencegah pembawa atau carrier terhadap PMK ini,” tegasnya.

Dalam penanganannya, pemerintah telah melakukan vaksinasi, pengobatan bagi hewan ternak yang sakit telah dilakukan. “Sedangkan untuk pencegahan pembawa atau carrier terhadap PMK ini adalah manusia. Sudah kita koordiansi dan kita sudah sepakat dengan bersama dalam penanganannya. Sehingga situasi PMK di NTB terutama menjelang Idul Adha ini tetap kondusif,” tandasnya. (her)