Butuh Rp82,7 Miliar, Lobar Kelimpungan Bayar Gaji Honorer dan TPP ASN

0
H. Fauzan Husniadi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) membutuhkan anggaran Rp 82,7 miliar lebih untuk bayar gaji rutin, gaji ke 13, tunjangan 25 persen, gaji para tenaga honorer hingga TPP para ASN. Pihak Pemkab sepertinya kelimpungan membayar,lantaran hingga saat ini gaji tenaga honorer dan TPP belum juga mampu dibayarkan. Belum bisa dibayarkannya TPP ini juga disebabkan, minimnya PAD yang diperoleh OPD.

Kepala BPKAD Lobar H. Fauzan Husniadi yang dikonfirmasi terkait hal ini, mengatakan gaji honorer memang belum dibayar Pemda. “Segera kita bayarkan (gaji honorer),” kata Fauzan Husniadi, Rabu, 6 Juli 2022.

Pihaknya masih menunggu dana bagi hasil dari Pemprov NTB. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTB untuk gaji honorer ini pihaknya perlu anggaran mencapai Rp3,3 miliar tiap bulannya.

Selain gaji honorer, pihaknya juga belum membayar TPP ASN selama dua bulan. Total kebutuhan untuk TPP ini mencapai Rp6,2 miliar per bulan, sehingga untuk TPP dua bulan itu saja dibutuhkan dana Rp12,4 miliar. Sedangkan untuk gaji rutin dan gaji ke 13 ASN serta tunjangan 25 persen sudah dibayar, di mana total anggarannya mencapai Rp66-67miliar. “Kalau ditotalkan besar sekali anggaran yang dibutuhkan,” ujarnya.

Kalau ditotal anggaran untuk membayar gaji rutin, gaji ke 13, tunjangan 25 persen, TPP dan gaji honorer Pemda membutuhkan anggaran mencapai 82,7 miliar lebih. “Totalnya mencapai sekitar 82 miliar,”sebut dia.

Untuk membayar TPP ini, jelas dia, berasal dari PAD. Di satu sisi PAD sejauh ini masih minim yang masuk ke Pemda, sehingga pihaknya perlu menunggu PAD yang masuk untuk membayar honorer dan TPP. (her)