Akselerasikan Peluang, Kadin NTB Bentuk Bidang Dakwah dan Ekonomi Syariah

0
H. Faurani. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB membidik pengembangan ekonomi syariah di NTB untuk menjadi kekuatan baru ekonomi NTB di masa mendatang.

Ketua Kadin NTB, H. Faurani, S.E., MBA menjelaskan, NTB dengan potensi penduduk Muslim dan banyaknya pondok pesantren NTB harus mengambil peran sebagai tuan rumah ekonomi syariah.

“Potensi NTB menjadi sentral ekonomi syariah sangat besar, sumberdaya di NTB potensi bagus, ada banyak pondok pesantren, perbankan juga sudah syariah,” ujar Faurani , Rabu, 6 Juli 2022.

Menurut Faurani, Kadin akan mengambil peran dalam pengembangan ekonomi syariah di NTB, termasuk dalam pengembangan kawasan industri halal yang direncanakan di tiga kawasan yakni Lombok Barat, Lombok Tengah dan Sumbawa.

“NTB untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah, Kadin akan masuk dengan pengembangan SDM syariah, melalui pembentukan bidang dakwah dan ekonomi syariah. Ini upaya kami mengajak masyarakat dalam pengembangan ekonomi syariah, Agustus 2022 kami akan mulai,” kata dia.

Sebelumnya, untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah, Pemprov NTB akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) kawasan industri halal. Saat ini Pergub tersebut masih dalam tahap konsultasi publik.

Menurut Bank Indonesia, ekonomi syariah (eksyar) saat ini telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang di dorong oleh beberapa faktor, utamanya karena negara-negara Organization of the Islamic Conference (OIC) mulai memfokuskan pengembangan pasar produk halal dan nilai-nilai etika islam yang mendasari praktik bisnis, serta halal lifestyle mulai banyak diterapkan.

Tidak hanya Korea Selatan, beberapa negara seperti Tiongkok, Thailand, Australia, hingga Inggris telah menjadi pemain dalam pasar produk halal dan berperan dalam pengembangan eksyar di dunia. Sementara itu, pengembangan eksyar di Indonesia sendiri tetap tumbuh di tengah tantangan pemulihan ekonomi nasional dimana berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022 yang dirilis Dinar Standard, Indonesia terbukti mampu mempertahankan posisi ke-4 dunia dalam hal pengembangan ekosistem eksyar yang kuat dan sehat.

Di Provinsi NTB, pertumbuhan ekonomi tahun 2022 mengalami peningkatan yang luar biasa yaitu di angka 7,76% dan berada di atas skala nasional 5,01% yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu dari 3 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia.

Saat ini halal lifestyle sudah sedemikian masif berkembang dimana faktanya banyak tamu atau wisatawan yang datang ke daerah pasti menanyakan ketersediaan hotel syariah maupun makanan halal. Sebagian besar dari mereka juga berkeinginan untuk melihat langsung proses produksi produk makanan maupun produk lokal NTB lainnya yang berlabel halal. (bul)