Temui Wagub, Staf Khusus Menkes Izin Adopsi Posyandu Keluarga

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Media Rendi Witular, S.S., M.I.B.M.,  minta izin mengadopsi posyandu keluarga yang selama ini diterapkan di NTB. Upaya mengadopsi konsep posyandu keluarga menjadi model secara nasional ini disampaikannya saat bertemu Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., di ruang kerjanya, Selasa, 5 Juli 2022.

‘’Bu Wagub dengan senang hati tadi mempersilakan. Bahkan Bu Wagub sudah memberikan buku revitalisasi posyandu.  Dan apa yang kita sudah mulai dari tahun 2019 ini sangat bagus, seiring dengan transformasi kesehatan yang sekarang menjadi kebijakan Kementerian Kesehatan. Itu poin yang sebenarnya,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr. H. L. Hamzi Fikri, MARS., pada Suara NTB usai mendampingi Staf Khusus Menteri menemui Wagub, Selasa kemarin.

Dalam upaya mengadopsi konsep ini, ujarnya, Staf Khusus dan rombongan sudah berkunjung ke dua posyandu yang ada di NTB. Salah satunya di Lombok Barat, yakni Posyandu di Desa Perampuan Kecamatan Labuapi. Menurutnya, Staf Khusus Menteri memberikan apresiasi melihat layanan pemerintah pada masyarakat, terutama terkait pelayanan posyandu.

‘’Dan itu baru bintang 2 belum dilihat bintang tiga. tapi bintang 2 aja sudah terkesan dengan kegiatannya, karena siklus hidup semua dilayani di situ. Sekali lagi ini sejalan dengan transformasi kesehatan yang sekarang jadi program Kementerian Kesehatan,’’ terangnya.

Mengenai kendala atau hambatan, ujarnya, pada kesempatan ini Wagub juga menjelaskan agar dalam melaksanakan posyandu keluarga tidak terkendala dengan fisik bangunan. Tapi bagaimana kegiatan dan kader yang melayani posyandu jalan. Hal ini, ungkapnya, terus diinisiasi pihaknya, yakni bagaimana menguatkan kader dan dukungan dari Kementerian Kesehatan dalam melengkapi sarana prasarana memang bertahap.

Diakuinya, NTB lebih fleksibel dalam menyikapi kendala yang ada di lapangan. Misalnya sejak awal-awal menganggap bahwa Posyandu harus punya bangunan yang permanen itu sudah tiadakan. Artinya dengan kemampuan yang ada dan kader yang didukung oleh dana desa sebagai hal yang positif.

‘’Intinya untuk merevitalisasi posyandu butuh kerjasama bareng dari semua pihak dan 1 poin juga Bu Wagub tadi sampaikan betapa pentingnya juga kolaborasi dengan sektor lain. Salah satunya bank sampah melalui program zero waste, karena program kesehatan juga sangat ada pengaruhnya terhadap lingkungan rumahnya cukup besar dan itu juga yang disampaikan dari Kemenkes,’’

Sementara saat menghadap Wagub NTB, Staf Khusus Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Media Rendi Witular, mendukung revitalisasi posyandu yang sekarang ini menjadi program unggulan Pemprov NTB. Dukungan tersebut tak hanya berupa dana, melainkan juga dalam bentuk bantuan untuk menjadikan Posyandu Keluarga sebuah gerakan. Gerakan ini nantinya tak hanya didukung oleh dana pemerintah saja, melainkan juga dapat didukung oleh dana CSR berbagai perusahan dan lembaga pendukung.

Sebagai langkah awal, ujarnya, Kemenkes akan menjadikan posyandu keluarga di Desa Senaru sebagai pilot projects untuk mematangkan konsep.  “Nanti perusahaan, lembaga donatur itu melihat konsep posyandu yang benar. Sehingga mereka masuk ke situ untuk membangun posyandu yang sukses,” ujarnya.

Sementara Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambut baik atensi pemerintah pusat tersebut. Ia menekankan agar konsep program revitalisasi posyandu yang telah diperjuangkan sejak tahun 2019 semakin dimatangkan. Sehingga Program Unggulan Pemrov NTB ini bisa menjadi sebuah gerakan yang bisa diikuti oleh posyandu yang ada di seluruh Indonesia.  (ham)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Disnakertrans NTB Beberkan Modus Ijon pada Perekrutan CPMI

0
PENANGGULANGAN Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tidak hanya menjadi tugas Disnakertrans Provinsi NTB, tetapi juga lintas sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi dalam mengedukasi dan mendesiminasi...

Latest Posts

Disnakertrans NTB Beberkan Modus Ijon pada Perekrutan CPMI

PENANGGULANGAN Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tidak hanya menjadi...

KEK Diharap Kembangkan Kawasan Ekonomi Daerah

Mataram (Suara NTB) - Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi...

Petani Porang di Sekotong Tengah Keluhkan Ruas Jalan Rusak

Akibat jalan rusak di wilayah terisolir Dusun Serero Desa...

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba...

Polisi Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan

Mataram (Suara NTB) - Polresta Mataram mengaku sudah menerima...