Satresnarkoba Lotim Tangkap Mantan Anggota Polri Terduga Pengedar Sabu

0
LGM saat diperiksa aparat kepolisian resort Lotim, Selasa kemarin. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur menetapkan mantan Anggota Polri berinisial LGM sebagai tersangka pengedar sabu. LGM diketahui merupakan mantan anggota Polri yang dipecat secara tidak hormat karena kasus pidana.

Kepala Satuan Resnaskoba Polres Lotim, AKP I Gusti Ngurah Suputra dalam rilisnya, Selasa, 5 Juli 2022 menjelaskan, waktu kejadian Minggu, 3 Juli 2022 sekira pukul 23.00 Wita lalu. Pelaku ini ditangkap di pinggir jalan raya jurusan Selong Masbagik yang beralamatkan di Dusun Tanak Malit Selatan, Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

LGM saat diciduk polisi tidak sendiri. Ia bersama tiga rekannya yang lain. Namun sejauh ini tiga temannya masing-masing M, MTA dan MA ini masih berstatus sebagai saksi. Adapun kronologis penangkapan, tim Buser Satreskoba Polres Lotim langsung bergerak melakukan Penyelidikan setelah mendapat laporan dari masyarakat terhadap seseorang yang diduga telah melakukan transaksi jual beli narkotika.

Polisi melihat orang yang dicurigai tersebut mengendarai Kendaraan roda empat  merek Toyota Agya, warna  abu – abu, dengan Nomor Polisi : DR 1606 BV. Tim kemudian melakukan pembuntutan terhadap Kendaraan tersebut pada saat pembuntutan tersebut Tim melihat ada sesuatu yang dilempar dari dalam mobil tersebut dan Tim meneruskan mengejar mobil tersebut terlebih dahulu.

Tepatnya di pinggir jalan raya jurusan Selong – Masbagik yang tepatnya beralamatkan di Dusun Tanak Malit Selatan, Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik mobil tersebut menepi. Selanjutnya Tim mengamankan Mobil tersebut dan barnag-barang yang ada di dalam mobil. “Ada 4 (empat) orang yang ada di dalam mobil,” tutur Gusti Suputra.

Empat orang tersebut adalah tersangka sendiri, LGM, lainnya MTA ,M, MA. Tim melakukan Penggeledahan Badan dan Pakaian terhadap LGM dan ditemukan Barang Bukti berupa 1 (satu) unit Handphone merk Nokia warna hitam. Tiga orang lainnya turut digeledah polisi. Akan tetapi tidak menemukan barang bukti.

Begitupun tempat lainnya di mobil juga tidak ditemukan apa-apa. Setelah dilakukan interogasi, baru kemudian ada yang mengaku ada yang membuang tas hitam berjarak sekitar 334 meter dari lokasi penangkapan. Setelah memeriksa dan menggeledah sekitar lokasi tersebut, baru tim menemukan barang bukti berupa 1 tas warna hitam yang didalamnya terdapat 1 timbangan digital warna silver dan 1 dompet warna hitam merk Shure.

Di dalamnya di temukan 1 bong, 1 tabung kaca, dan 1 dompet kecil warna kuning yang didalamnya terdapat 4 bungkus plastik klip berisi klip kosong. Berjarak kurang lebih 13 meter dari di temukan tas hitam tersebut, polisi juga menemukan barang bukti lain berupa 1 bungkus plastik klip berisi Kristal bening di duga Narkotika Golongan  I jenis sabu.

LGM, M, MTA dan MA beserta barang bukti di bawa ke Kantor Polres Lombok Timur guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Tiga orang M, MTA dan MA masih bersatus sebagai saksi. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman Sembilan tahun kurungan badan. Saat ini kasus ini masih dalam proses sidik oleh aparat kepolisian. (rus)