NTB Bisa Jadi Tempat Belajar Penyelenggaraan Event Otomotif Dunia

0
H. Ridwan Syah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB telah sukses menggelar sejumlah event otomotif kelas dunia. Yang paling menonjol adalah event World Superbike (WSBK) bulan November 2021, MotoGP Mandalika bulan Maret 2022 dan MXGP Samota bulan Juni kemarin. Sehingga daerah ini bisa menjadi tempat belajar penyelenggaraan event otomotif dunia bagi provinsi lain yang akan menggelar event otomotif.

Komandan Lapangan MXGP Samota yang juga Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB  Ir. H Ridwan Syah, M.Sc mengatakan, NTB bisa menjadi tempat belajar penyelenggaraan otomotif kelas dunia karena telah memiliki sejumlah pengalaman. Disamping telah sukses menggelar event otomotif intenasional, NTB juga membuktikan diri bisa menggelar dua event besar dalam tempo enam bulan yaitu MotoGP dan MXGP.

“Saya kira tidak ada provinsi lain di Indonesia ini dalam tempo enam bulan bisa menyelenggarakan dua event yaitu MotoGP dan MXGP. Apalagi ukuran provinsi sekecil NTB,” ujar Ridwan Syah yang didapuk menjadi  Komandan Lapangan MXGP Samota kepada Suara NTB.

Ia mengaku sudah lega karena event MXGP telah selesai digelar dengan sukses dan berkesan. Kelegaannya sama seperti event MotoGP yang sebelumnya telah selesai digelar dengan baik. Dua event ini memiliki perbedaan yaitu dari segi dukungan pemerintah pusat dan waktu persiapannya.

“Dimana untuk MotoGP, dukungan pusat sangat besar, bahkan Presiden Jokowi dan para menteri datang beberapa kali untuk memastikan infrastruktur pendukung event sudah terlaksana dengan baik. Adapun di MXGP Samota, Pemda memulai nari nol dengan beban yang sangat berat, ditambah sumberdaya yang dimiliki juga cukup terbatas, namun Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran kesuksesan itu dilihat dari tiga yaitu sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses mempromosikan NTB melalui event ini. Pada aspek penyelenggaraan, penontonnya cukup banyak, dan pihak Infront serta para pembalap memuji Sirkuit Samota yang dinilai sebagai sirkuit terbaik di dunia.

Di aspek sukses ekonomi, dapat dirasakan oleh sekitar 600 UMKM yang melapak di kawasan sirkuit maupun di luar sirkuit dengan transaksi yang tidak kecil. Menurutnya, ada uang sekitar Rp 2 miliar yang beredar pada saat itu. Belum lagi ada beberapa kontrak atau pesanan dari luar daerah untuk UMKM.

Sedang sukses promosi bagi NTB sudah jelas yaitu branding NTB di mata dunia sudah tersampaikan sebagai daerah yang memiliki potensi wisata yang luar biasa dan potensi investasi lainnya.

“Bagi investor, mereka tak akan ragu-ragu lagi berinvestasi di Samota atau di Sumbawa karena event ini akan berlangsung selama lima tahun. Dan ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ridwan Syah mengaku, capaian MXGP Samota melebihi ekspektasinya. Ia melihat kesuksesan kegiatan ini bukan saja efek secara ekonomi dan secara event otomotif semata, namun ini event ini bisa mengubah mindset masyarakat Sumbawa untuk lebih terbiasa menerima tamu-tamu internasional di daerahnya.

“Tak pernah disangka sebelumnya, semua hotel akan penuh, semua homestay penuh, dan restoran kebanjiran pesanan. Masyarakat kemudian bertanya, besok ada lagi tidak kegiatan seperti ini? Sehingga mereka akan lebih siap menghadapi event ini besok,” katanya.

Tahun depan ujar Ridwan Syah, ada dua event MXGP di Provinsi NTB. Selain di Sumbawa, Pemkab Lombok Tengah sudah meminta agar MXGP bisa digelar di sana dengan mengusulkan Sirkuit Lantan. Tak hanya Lombok Tengah, Pemkot Mataram juga sudah meminta agar event tersebut bisa dilaksanakan di eks Bandara Selaparang.

Pihaknya saat ini masih menunggu hasil kajian dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB terkait dengan berapa uang yang beredar selama MXGP Samota tersebut. Data ini sangat penting untuk mengukur efek yang ditimbulkan oleh sebuah event otomotif internasional di dalam daerah.

“Kalau di MotoGP Mandalika saja bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen dan uang beredar mencapai 600 miliar lebih, di MXGP Samota meskipun tidak sama namun itu adalah hal yang luar biasa,” ujarnya.

Dengan adanya MXGP Samota ini, Menteri Pariwisata dan Ekomomi Kreatif Sandiaga Uno berterima kasih karena dengan menghadirikan sport tourism ini, wisatawan minat khusus akan semakin banyak datang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa.

“Kesan Pak Menteri Pariwisata sangat positif dan Ketua IMI Pak Bamsoet memberikan semangat kepada kami. Kalau NTB bisa, daerah lain pasti bisa. Sekarang banyak daerah yang meminta rekomendasi IMI untuk menyelenggarakan event otomotif dunia seperti Formula One, MotoGP dan lainnya,” terangnya.(ris)