DD Dua Desa di KSB akan Diusulkan Disetop

0
Rizki Syahputra. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan segera mengusulkan penghentian penyaluran Dana Desa (DD) untuk dua desa di kecamatan Maluk.

Usulan pemblokiran DD itu diambil setelah kepala desa (kades) kedua desa tersebut tersangkut hukum dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan keuangan desa. “Benar sedang kami proses usulannya,” kata Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) DPMD KSB, Rizki Syahputra, Selasa, 7 Juli 2022.

Sesuai aturan, dijelaskan Rizki, pemblokiran DD yang berasal dari anggaran pusat itu wajib dilakukan jika Kades sebuah desa tersangkut hukum (tersangka). Selanjutnya pemerintah kabupaten akan melakukan pemberhentian sementara terhadap Kades bersangkutan dan menunjuk pelaksana tugas (Plh) Kades dalam hal ini Sekretaris Desa (Sekdes) guna melanjutkan roda pemerintahan desa.

“Nah SK Plh dan pemberhentian sementara Kades itu akan jadi salah satu syarat bahan untuk pengusulan pemblokiran DD. Ini yang sedang masih kami proses,” urai Rizki.

Ia mengakui, dengan dihentikannya DD kedua desa tersebut akan merugikan desa bersangkutan. Pasalnya seluruh program yang telah disusun untuk pembiyaan menggunakan DD secara otomatis tidak bisa berjalan. “Blokirnya baru bisa dibuka kembali kalau Kadesnya sudah dinyatakan inkrah secara hukum bersalah dan ditunjuk seorang penjabat. Atau tidak bersalah maka dilakukan rehabilitasi terhadap Kades itu untuk menjabat kembali, baru kita usulkan blokir DD-nya dibuka lagi ke Kemenkeu,” imbuhnya. (bug)