Transaksi UKM di Sirkuit MXGP Samota Capai Rp1,5 Miliar

0
Ahmad Masyhuri (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB) – Ratusan pelaku UKM di Provinsi NTB ikut melapak di event MXGP Samota yang berlangsung tanggal 24-26 Juni 2022. Capaian transaksi UKM di kawasan sirkuit selama tiga hari tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, jumlah UKM yang melapak di dalam kawasan sirkuit saja sebanyak 400 unit. Adapun yang berjualan di luar kawasan sirkuit jumlahnya cukup banyak, sehingga jumlah transaksi yang tercipta di event tersebut diprediski jauh melebihi angka Rp 1,5 miliar tersebut.

“Transaksinya 1,5 miliar lebih untuk UKM di dalam sirkuit saja. Itu jumlah UKM sebanyak 400. Kalau digabung dengan yang di luar kawasan sirkuit tentu lebih besar dari itu,” kata Ahmad Masyhuri kepada Suara NTB Senin, 4 Juli 2022.

Ia mengatakan, setelah MXGP Samota selesai digelar, pihaknya sudah melakukan kegiatan evaluasi untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap masih kurang. Terlebih di tahun depan ada rencana NTB akan menggelar dua kali kegiatan MXGP yaitu di Lombok dan Sumbawa.

“Evaluasinya ke depan kita harus lebih siap. Kemarin sudah bagus, pelaksanaannya juga lancar seperti yang sama-sama lihat meskipun sempurna itu memang susah,” ujarnya.

Salah satu kendala yang muncul kemarin berkaitan dengan UKM yaitu persoalan waktu yang cukup mepet, sehingga ada sejumlah pelaku usaha yang belum sempat branding sponsor untuk memaksimalkan penjualan saat event maupun di masa yang akan datang.

“Tidak ada UKM yang mengeluh ke kami. Memang di hari Jumat atau hari pertama itu kita kasi tau bahwa jangan ngegas dulu. Baru hari Sabtu dan Minggu baru boleh karena ramai,” ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah total UKM yang difasilitasi oleh Pemda sebanyak 440 unit yang terdiri dari 400 UKM di dalam areal sirkuit dan 20 UKM di wilayah Taman Mangga dan 20 UKM di kawasan Ai Loang .

“Dari jumlah itu sebanyak 80 persen UKM menjual produk-produk kuliner, karena itu yang banyak dibutuhkan oleh para penonton. Sementara ada 20 persen yang menjual non kuliner” terang Masyhuri.(ris)