Terkendala Mesin Pres Sampah, BSI Huu Raya Berharap Didukung PT STM

0
Petugas BSU Cempi Jaya saat melakukan proses penimbangan sampah plastik dari Masyarakat.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Bank Sampah Induk (BSI) Huu Raya binaan PT Sumbawa Timur Mining (STM) yang menampung sampah plastik hasil pengumpulan dari masyarakat oleh Bank Sampah Unit (BSU) se kecamatan Huu masih terkendala mesin pres untuk pengembangan usahanya. Biaya pengangkutan sampah plastik ke Lombok yang tinggi mengharuskan BSI memiliki mesin pres agar lebih banyak yang diangkut.

Ansyari Usman, direktur BSI Huu Raya kepada Suara NTB, Senin, 4 Juli 2022 mengaku aktifitas pihaknya masih terkendala pengangkutan sampah ke Lombok untuk dijual. Saat ini pihaknya sulit mendapatkan mobil angkutan, karena masih sibuk mengangkut hasil pertenian. Sekali angkut sampah ke Lombok untuk dijual, BSI harus menyiapkan biaya hingga Rp.8 juta. Sementara sampah yang diangkut hanya 1,8 ton per fuso. “Kalau sudah dipres, kita bisa angkut 8 sampai 10 ton sekali angkut,” ungkapnya.

Karenanya, Ansyari berharap didukung PT STM untuk mesin pres sampah. Hitungan usaha, dengan adanya mesin pres akan semakin menguntungkan. Belum adanya mesin pres, aktifitas di BSI atau BSU se kecamatan Huu takan saling menunggu. “Kita sudah sampaikan analisa bisnis ke pak Alam (Komdev PT STM). Insyaallah akan dibantu,” katanya.

Ahmadin, ketua BSU Desa Cempi Jaya yang dihubungi terpisah mengaku, sampah plastik yang dihimpun pihaknya dari masyarakat sudah cukup banyak di gudang BSU. Karena sudah memenuhi gudang dan belum ada pengangkutan ke BSI, pihaknya pun belum melakukan penimbangan kembali sampah milik warga. “Kita belum melakukan penimbangan kembali, karena gudang kita sudah penuh. Warga sudah pada minta untuk dilakukan penimbangan. Sementara BSI ini belum ada penjemputan sampah di BSU,” terangnya.

BSU Cempi Jaya termasuk BSU yang paling aktif di Kecamatan Huu. Berbagai terobosan dilakukan dan kini BSU Cempi Jaya memiliki modal sendiri dari keuntungan penimbangan sampah hingga Rp.4 juta. Bahkan keuntungan dimanfaatkan untuk membeli laptop sebagai inventaris.

Selain melakukan pemilahan sampah plastik dan dijual untuk proses daur ulang, BSI bersama BSU binaannya se Kecamatan Huu, juga mulai melakukan proses daur ulang sampah. Diantaranya mendaur ulang sampah botol plastik menjadi sofa bernilai ekonomis tinggi. Pada lomba inovasi pengolahan sampah tingkat Kabupaten Dompu, BSI Huu Raya yang mewakili Tim Penggerak Kecamatan Huu berhasil menjadi juara dan akan mewakili Kabupaten Dompu pada lomba tingkat Provinsi NTB di Mataram. (ula)