Terkendala Anggaran, Perbaikan Rumah Warga Desa Mareje Belum Rampung

0
Rumah warga Mareje yang belum rampung diperbaiki oleh OPD. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Perbaikan rumah warga yang di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) yang terdampak pembakaran beberapa bulan lalu belum juga mampu dituntaskan oleh OPD yang diperintahkan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Pihak warga pun mendesak agar perbaikan rumah segera diselesaikan. Dan pihak OPD membayar beberapa tunggakan dan gaji atau ongkos para tukang yang baru dibayar setengahnya.

Kepala Desa Mareje Mukhsin Salim mengatakan pengerjaan perbaikan rumah warganya belum rampung. “Belum rampung (perbaikan rumah warga), kendala anggaran,”kata Kades Mareje ini, Senin, 4 Juli 2022.

Dikatakan, beberapa utang seperti untuk kebutuhan konsumsi atau makanan dan material bangunan yang diambil di toko belum dibayar. Selain itu, ongkos atau gaji tukang yang bekerja juga masih ditunggak belum dibayar full.

Dari 18 orang buruh dan tukang di awal pengerjaan perbaikan rumah warga dikurangi, sehingga menyisakan 10 orang. Delapan orang sudah dilunasi ongkosnya. Sedangkan 10 orang baru dibayar setengahnya. “Delapan orang dibayar cash, sisanya dibayar setengah,”imbuhnya.

Hingga saat ini 10 orang itu belum dibayar, Padahal mereka sudah mulai bekerja sejak awal bulan Mei lalu. Pihaknya pun minta agar pihak OPD segera melanjutkan perbaikan rumah warga dan membayar ongkos gaji buruh dan tukang. Karena, kata dia, para tukang dan buruh bergantung hidup dari pekerjaan itu. Selain itu, beberapa utang di toko bangunan, makanan juga segera dibayar. “Karena tukang -tukang ini kasihan, belum dibayar full,”ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala pelaksana BPBD Lobar Mahnan mengakui perbaikan rumah yang tinggal finishing belum tuntas 100 persen.”Ya (belum tuntas), karena kemarin sempat tukangnya masih kita harus carikan bayarannya (ongkos). Karena dia ndak mau nunggu uang Pemda, makanya kita talangin dulu,”jelas dia.

Dari sisi kebutuhan (material) sudah droping semua oleh Pemda. Pihaknya menargetkan, pekan ini bisa diselesaikan, karena kata dia pekerjaan tinggal 5-10 persen. Perbaikan rumah warga, jelas dia disesuaikan dengan permintaan warga. Malah, kata dia, ada salah satu unit rumah diperbaiki lebih bagus dari sebelum terdampak pembakaran. “Satu unit rumah itu lebih bagus dari kondisi awal, misalnya dulu belum diplester, tapi itu kita plester,”imbuhnya.(her)