Penanganan PMK, Lotim Keluarkan Dana Tidak Terduga Rp500 Juta

0
H. M. Sukiman Azmy (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) mengeluarkan dana tidak terduga sebesar Rp 500 juta untuk memerangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Alokasi dana sebelumnya Rp 150 juta tidaklah cukup, sehingga kembali dialokasikan anggaran lebih besar.

Demikian disampaikan Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy usai rapat paripurna di Gedung DPRD Lotim, Senin, 4 Juli 2022. Menurutnya, alokasi dana itu akan dipergunakan untuk vaksinasi dan pengobatan ternak-ternak yang masih sakit karena PMK.

Bupati berharap, dengan dana yang disiapkan dari dana tidak terduga ini dapat menghilangkan PMK dari Kabupaten Lotim. Dana tidak terduga tersebut semuanya bersumber dari APBD Kabupaten Lotim  dan tidak ada dana dari pusat.

Dituturkan, dana sebelumnya Rp 150 juta ini hanya untuk beberapa ekor sapi saja. Hanya sedikit yang bisa disentuh. Syukurnya, sekarang sudah banyak berangsur sembuh dan diharap segera mengembalikan kondisi perekonomian masyarakat peternak. “Insya Allah dengan Rp 500 juta ini kita atasi dengan tuntas,” terangnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, H. Masyhur sebelumnya memaparkan tingkat kesembuhan sapi yang terpapar PMK 63 persen. Sebagian besar diyakinkan sudah sembuh.

Mengenai pelaksanaan kurban, pihaknya mengimbau seluruh pihak yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban hendaknya melapor ke petugas yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disnakeswan terdekat. Hal ini dimaksudkan agar UPT siaga untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban. “Tiap kecamatan sampai desa juga petugas siaga,” paparnya.

Pihak yang akan melaksanakan kurban ini hendaknya melakukan pembelian di kandang. Menurutnya, pembelian di kandang ini akan jauh lebih sehat. Diimbau, pihak yang bekurban ini tidak menyembelih hewan yang terkena PMK. Karenanya, masyarakat diimbau aktif melakukan laporan, sehingga bisa terpantau.

Disnakeswan sudah sosialisasi keliling terait kurban ke desa-desa dan masjid-masjid.  Saat terjadi penyembelihan, tim medis hewan diminta siaga di tempat kurban untuk mengecek apakah kelayakan daging kurban.

Sementara itu, vaksinasi tahap pertama sudah mulai dilakukan untuk 559 ekor.  Jumlah itu sudah habis. Jumlah itu diakui masih terbatas karena demikian dijatah oleh provinsi. Tahap kedua ini belum ada informasi. Rencana semua ternak ini akan dilakukan vaksinasi. (rus)