NTB Targetkan 70 Persen Warga Divaksin Booster hingga Akhir 2022

0
Hj. Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menargetkan vaksinasi booster mencapai angka 70 persen sampai dengan akhir 2022. Pelajar dan mahasiswa yang berjumlah 15 persen dari seluruh masyarakat NTB atau setara dengan 400.000 orang akan segera divaksin booster.

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA., mengatakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, vaksin booster bakal diwajibkan untuk penuhi berbagai persyaratan. Hal tersebut dilakukan agar pikiran masyarakat makin terbuka dan bersedia divaksin booster.

“Imbauan pelonggaran pakai masker memang telah ditetapkan. Tapi, jika situasi suatu tempat atau ruangan ramai, kami mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” saran Eka, usai menghadiri Rapat Paripurna ke-IV di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, Senin, 4 Juli 2022.

Vaksinasi booster ditargetkan lebih banyak menyasar pelajar dan mahasiswa. Jumlah anak dan remaja di NTB berkisar 10 sampai dengan 15 persen penduduk secara keseluruhan atau setara dengan 400.000 orang. Hingga Agustus mendatang, Eka berharap vaksinasi booster mengalami peningkatan signifikan.

“Sebelumnya, para pegawai sudah melalui proses vaksinasi booster. Jadi, sekarang giliran pelajar dan mahasiswa,” terang Eka.

Pemerintah Provinsi NTB tidak akan melakukan razia vaksin booster. Namun, apabila situasi cukup mendesak, pemerintah Provinsi bakal segera melakukan vaksinasi booster seperti gelaran MXGP pada Juni lalu.

“Infront mewajibkan agar para penonton diberikan vaksin booster, kami telah sigap menyiapkan tenaga vaksinator di lokasi. Seluruh perhelatan internasional wajib vaksin booster,” papar Eka.

Terkait dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada gelaran Motocross Grand Prix (MXGP), Pemprov NTB telah meminta izin kepada Infront selaku pihak penyelenggara mengimbau kepada para penonton supaya senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Eka mengakui bahwa penerapan prokes tidak seketat manakala masa awal pandemi Covid-19 merebak.

“Namun, kami tetap mengupayakan yang terbaik demi menekan angka penyebaran Covid-19. Pasalnya, pandemi Covid-19 berakhir. Sampai saat ini, NTB belum terpapar subvarian baru Omicron, yakni B.4 dan B.5,” ujar Eka. (ris)