BWS Nusa Tenggara I Resmi Cabut Aduannya terhadap Pengusaha Ikan Koi

Giri Menang (Suara NTB) – Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I pada Minggu, 3 Juli 2022 secara resmi mencabut aduannya terhadap pemilik Rinjani Koi Farm, Ni Kadek Sri Dewi. Hal itu disampaikan oleh Humas BWS Nusa Tenggara I, Abdul Hanan di Kantor BWS, Narmada, Lombok Barat, Senin, 4 Juli 2022.

‘’Maka kami, dengan ini secara sukarela mencabut kembali laporan yang telah kami layangkan kepada pihak Kepolisian Sektor Narmada,’’ ujarnya.

Menurutnya, langkah pengaduan yang telah diambil oleh pihak BWS tertanggal 26 Juni 2022 lalu, semata dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat supaya menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara yang baik dan terhormat.

‘’Kami melakukan pelaporan hanya dengan niat memberikan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa menyampaikan aspirasi dan keluhan dengan cara-cara yang sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku,’’ terang Hanan.

Sebelumnya, pengusaha Ikan Koi tersebut diadukan oleh pihak BWS ke Polsek Narmada lantaran melakukan aksi protes yang dinilai berlebihan di Kantor BWS. Ni Kadek Sri Dewi melakukan aksi protesnya dengan melemparkan bangkai ikan koi ke Kantor BWS sembari mengeluarkan kata-kata tidak pantas.

Pengusaha ikan koi di Desa Penimbung, Kabupaten Lombok Barat itu mengaku merugi hingga miliaran rupiah lantaran meluapnya air yang melewati Bendungan Meninting pada 17 Juni 2022 yang diduga menyebabkan kolam ikannya rusak, dan ikan-ikannya terbawa arus sungai. Tak terima, ia kemudian menuntut ganti rugi kepada pihak BWS atas peristiwa yang dianggap telah merugikannya itu.

Abdul Hanan, pada kesempatan ini juga menyanggah secara tegas persepsi publik yang menganggap meluapnya air Bendungan Meninting akibat dari gagalnya konstruksi bendungan. Padahal, saat ini pembangunan bendung belum dilakukan. Menurutnya, peristiwa itu murni bencana alam yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun.

‘’Bahwa pembangunan Bendungan Meninting bukan penyebab dari kejadian luar biasa banjir, dan tidak adanya kegagalan konstruksi. Sudah dinyatakan oleh pihak yang berwenang. Kami juga sebenarnya mengalami kerugian karena bencana itu,’’ tegas Hanan.

Ia melanjutkan, karena itu, BWS Nusa Tenggara I juga tidak bisa dituntut ganti rugi dalam peristiwa tersebut.

‘’Kami hanya murni melakukan konstruksi, ada leading sektor lain yang bertanggung jawab pada masalah itu,’’ pungkasnya.

Dihubungi tepisah, terkait dengan pencabutan pengaduan BWS Nusa Tenggara I kepada Ni Kadek Sri Dewi dibenarkan oleh Kanit Reskrimum Polsek Narmada, Ahmad Taufik.

‘’Ya, sudah dicabut Minggu, 3 Juli kemaren,’’ ujarnya singkat.(bul)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

0
Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil sekalipun. Itulah cara Gubernur NTB,...

Latest Posts

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...

Kasus Tanah Eks GTI, Menteri ATR/BPN akan Cek ke Gili Trawangan

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan...