Vihara Jinapanjara, Rumah Ibadah Sekaligus Tempat Wisata Religi Umat Buddha

VIHARA Jinapanjara, di Dusun Pasiran – Biloan, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, diresmikan Sabtu, 2 Juli 2022. Vihara tersebut merupakan rumah ibadah baru bagi umat Buddha Kabupaten Lombok Utara (KLU), sekaligus rumah ibadah yang bisa dijadikan objek wisata religi bagi para penganut ajaran Buddha Gautama.

Donatur Pembangunan Vihara Jinapanjara, Robin lo, selaku perwakilan Yayasan Mahardika Abdi Setiya dan sejumlah donatur lain, mengatakan Vihara tersebut didesain dengan konstruksi yang menyajikan view pemandangan alam. Dibangun selama 13 bulan sejak 2021 lalu, Vihara tersebut kini dapat digunakan oleh Umat Buddha di Lombok Utara dan daerah lain.

“Ada 2 hal penting yang melatar belakangi Vihara Jinapanjara dibangun, yaitu rasa bakti donatur kepada orang tuanya, serta rasa berbagi kepada semua umat agama Buddha,” ucap Robin.

Tidak disebutkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun Vihara tersebut, namun kesan megah membuat Vihara tersebut dibangun dengan biaya cukup mahal. Keberadaan vihara tersebut diharapkan semakin meningkatkan semangat toleransi Umat Buddha kepada umat agama lain. Selain itu pula, menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjungan ke Lombok Utara.

 “Dengan arsitektur keindahan vihara ini nantinya bukan hanya tempat beribadah saja, tapi bisa juga digunakan untuk berwisata,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, peresmian Vihara Jinapanjara, dihadiri oleh Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhammad Syamsul Luthfi, S.E, Anggota DPRD NTB Sudirsah  Sujanto, S.PdB, S.IP, Bimas Buddha pada Kemenag NTB, kepala-kepala OPD serta tokoh masyarakat Buddha di KLU.

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu menyampaikan terima kasih kepada donatur yang memberikan bantuan rekonstruksi tempat ibadah bagi Umat Buddha. Pasalnya, akibat gempa 2018 masih banyak tempat ibadah yang belum direkonstruksi oleh pemerintah karena terkendala biaya dan refocusing Covid-19.

Ia mengajak seluruh umat beragama di Lombok Utara, agar konsisten menjaga suasana damai dengan mengedepankan toleransi. Tidak hanya toleransi intern umat seagama, tetapi juga toleransi umat dengan pemerintah, dan toleransi antar umat beragama.

“Semoga pembangunan tempat ibadah di daerah kita membawa suasana yang damai dan sejuk dalam masyarakat di daerah kita. Negara telah menjamin kebebasan beragama bagi rakyatnya,” ucap bupati. (ari) 

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...