Musim Liburan Sekolah, Pengunjung Kampung Sade Melonjak

0
Salah seorang wisatawan tengah menumbuk kopi di Kampung Adat Sade, Sabtu, 2 Juli 2022. Sejak memasuki musim libur sekolah, angka kunjungan wisatawan di Kampung Adat Sade, mengalami lonjakan. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Memasuki musim liburan sekolah bulan Juli ini, angka kunjungan wisatawan di Kampung Adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), melonjak tajam. Dalam sehari ratusan wisatawan datang mengunjung kampung adat asli Loteng tersebut. Tidak hanya wisatawan domestik saja, tapi juga wisatawan mancanegara.

“Tapi untuk wisatawan mancanegara belum terlalu banyak. Hanya sekitar 20 persen. Selebihnya wisatawan lokal dan domestik,” ungkap Semeru, pemandu wisata Kampung Adat Sade, kepada Suara NTB, Sabtu, 2 Juli 2022.

 Peningkatan kunjungan wisatawan tersebut diprediksi akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang dan kunjungan wisatawan mancanegara diprediksi meningkat. Sementara kunjungan wisatawan domestik justru menurun, karena musim liburan sekolah sudah berakhir. “Sekarang ini kenapa kunjungan wisatawan domestik banyak, salah satunya karena sudah masuk musim liburan sekolah,” terangnya.

Bagi wisatawan, objek wisata Kampung Adat Sade menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Pulau Lombok, khususnya Loteng, selain kawasan The Mandalika. Jadi selain ke kawasan The Mandalika, wisatawan pasti menyempatkan diri mengunjungi Kampung Adat Sade, karena lokasi Kampung Adat Sade berada di jalur yang menuju kawasan The Mandalika.

Peningkatan angka kunjungan wisatawan tersebut mendatangkan manfaat tersendiri bagi warga setempat, khususnya penjual oleh-oleh, karena omzet penjualan oleh-oleh naik signifikan. “Memang tidak semua wisatawan yang datang ke sini berbelanja. Tapi banyak juga yang berbelanja. Jadi bagi kami, peningkatan kunjungan cukup berdampak positif dalam hal omzet penjualan,” aku Inaq Pasha, salah seorang penjual oleh-oleh Kampung Adat Sade.

Untuk jenis oleh-oleh yang banyak diburu wisata berupa kain syal serta sarung khas Lombok. Termasuk juga asesoris dan pernak pernik lainnya. Kalau untuk makanan dan minuman yang paling dicari kopi bubuk Lombok. “Kopi sendiri ada yang sudah berupa bubuk, ada juga yang masih berupa biji siap tumbuk,” tambahnya.

Terpisah, Zulfa, wisatawan asal Palembang, mengaku tertarik mengunjungi Kampung Adat Sade karena penasaran ingin melihat langsung bagaimana rupa rumah adat suku Sasak Lombok yang asli. Termasuk suasana kehidupan warganya sehari-hari serta sejarahnya. Pasalnya dari cerita yang ada, di Kampung Adat Sade inilah rumah khas Lombok masih ada. ‘’Kata orang kalau berkunjung ke pulau Lombok, belum lengkap kalau belum mengunjungi Kampung Adat Sade,” ujarnya. (kir)