Jumlah Angkatan Kerja di Mataram Terus Bertambah

0
H. Rudi Suryawan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah angkatan kerja di Kota Mataram diperkirakan bertambah seiring banyaknya lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi (PT). Konsekuensinya akan meningkat angka pengangguran karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Mataram, H. Rudi Suryawan mengakui, jumlah angkatan kerja terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meskipun sebagian lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke PT. Sedangkan, lulusan SMK sudah memiliki bursa kerja khusus. Sekolah kejuruan menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri. Praktis ketika lulus mereka akan diakomodir oleh perusahaan atau industri tersebut. “Seperti perbengkelan dan industri lainnya,” kata Rudi dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Ia menyadari terjadi ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi permasalahan di ibukota, sehingga pemerintah pusat mencarikan alternatif atau solusi melalui prakerja. Program pra kerja bisa diakses oleh masyarakat, terutama warga yang baru lulus SMA dan PT. Dari prakerja mampu menyerap 29 ribu warga  Kota Mataram.

Pemerintah memberikan pelatihan dan modal usaha untuk menciptakan wirausaha baru.  Program tersebut berdampak terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Mataram,dari sebelumnya 17 ribuan menjadi 13 ribuan. “Paling banyak menyerap dari program prakerja,” tandasnya.

Sementara, berdasarkan data yang dirilis di website Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 259,22 ribu orang mengalami penurunan sebanyak 3,48 ribu orang dibandingkan Agustus 2020. Sejalan dengan penurunan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun sebesar 2,46 persen poin. Sementara, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2021 turun sebesar 1,64 persen poin menjadi 5,19 persen dibandingkan dengan Agustus 2020 yang sebesar 6,83 persen. Apabila dilihat menurut tingkat pendidikan, TPT tertinggi terdapat pada penduduk tamatan SMA Kejuruan, yaitu sebesar 8,56 persen.

Sedangkan, penduduk yang bekerja sebanyak 245,78 ribu orang, bertambah sekitar 1,01 ribu orang atau sebesar 0,41 persen. Sebagian besar penduduk Kota Mataram bekerja di sektor jasa, yaitu sebesar 79,92 persen. Hampir setengah penduduk yang bekerja (47,43 persen) status pekerjaan utamanya adalah buruh/karyawan/pegawai. Penyerapan tenaga kerja didominasi oleh penduduk bekerja dengan pendidikan rendah, yaitu SMP ke bawah sebanyak 100,91 ribu orang atau 41,05 persen. (cem)