Bupati KSB Ajak Masyarakat Atasi Stunting pada Anak

0
Bupati KSB, H. W. Musyafirin dan ketua TP PKK KSB, Hj. Hanipah Musyafirin menyapa peserta pada acara peringatan Harganas, Jumat, 1 Juli 2022.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. W. Musyafirin mengajak masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam mengatasi kondisi stunting pada anak.

Berbicara dalam sambutannya saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Jumat lalu, menurut bupati, penanganan stunting saat ini sudah menjadi program nasional. Karenanya diperlukan aksi nyata sehingga program itu tidak sekedar menjadi slogan semata. “Kita harus sama-sama peduli. Kalau ada satu anak dalam sebuah keluarga kita harus mengambil tangungjawab bersama menanganinya,” cetusnya.

Pola keterlibatan masyarakat dalam mencegah stunting itu, kata bupati, dapat dalam peran apa saja. Ia mencontohkan, jika kita temui ada ciri-ciri anak yang menderita stunting di lingkungannya segera melaporkan ke fasilitas kesehatan setempat. “Mungkin karena orang tuanya tidak menyadari (anaknya stunting) tapi kita sebagai tetangga tau ciri-cirinya. Laporkan saja nanti Pemda lewat petuhas kesehatan akan turun melakukan pengecekan dan penanganan kalau benar (stunting),” tandasnya.

Selain soal stunting, bupati juga menyoroti mengenai kesehatan remaja. Pada kehidupan anak remaja dewasa ini setidaknya ada 3 hal yang perlu ditekankan untuk dihindari. Pertama pernikahan dini, seks bebas, Narkoba. “Terutama narkoba, saya minta kita fokus terhadap hal ini. Di Kecamatan Maluk misalnya, ketika lockdown dibuka, banyak terjadi pemecatan karyawan gara-gara narkoba. Oleh karenya, keluarga sebagai unit terkecil harus bisa maksimal memantau anak-anaknya.

Sementara itu, ketua tim pengerak PKK KSB, Hj. Hanipah Musyafirin menjelaskan, sebagai lembaga perempuan yang konsen dengan kehidupan keluarga selama ini telah menjalankan fungsinya guna mencegah kedua hal di atas. Terkait stunting pada setiap kegiatan PKK selalu menyematkan pesan-pesan tersebut.

“Selain ada program tersendiri berupa pembinaan ketahanan keluarga. Pada kegiatan lain misalnya pengajian ibu-ibu sosialisasi soal stunting tetap kami sisipkan,” klaimnya.

Mengenai kehidupan anak remaja, Hj. Hanipah mengakui, pihaknya tetap memberikan perhatian serius. Tiga hal sebagaimana yang disampaikan bupati menurut dia sangat penting jadi perhatian keluarga. Memantau anak remaja dengan kontrol penuh di mana pun berada. “Hal tersebut sangat penting karena para remaja ini akan menjadi harapan bangsa, harapan orang tua,” imbuhnya.(bug)