Usia Harapan Hidup Penduduk Lobar Meningkat

0
Kadis Kesehatan Lobar Arif Suryawirawan didampingi Kabid Kesmas, H. M. Abdullah saat pertemuan koordinasi dengan Bikor semua Puskesmas, Jumat 1 Juli 2022

Giri Menang (Suara NTB) – Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Lombok Barat (Lobar) meningkat sekitar setengah tahun atau 6 bulan. Dimana rata-rata UHH masyarakat Lobar naik dari sebelumnya 67,19 tahun menjadi 67,65 tahun.

Untuk meningkatkan UHH ini, Pemkab melalui Dinas Kesehatan pun berusaha menggenjot program penanganan untuk pencegahan masalah di sektor kesehatan. Seperti pencegahan kasus kematian anak dan ibu, kasus stunting dan kasus lainnya.

Lebih-lebih usia harapan hidup ini masuk dalam indikator komposit pendukung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index.

Usai pertemuan dengan bidan koordinator (Bikor) puskesmas di aula Kantor Dikes, Jumat, 1 Juli 2022, Kadis Kesehatan Lobar Arif Suryawirawan mengatakan, sesuai target di diakhir masa jabatan Bupati dan Wabup, UHH mencapai 68 tahun. Terdapat defisit 0,35 tahun atau sekitar empat bulan yang perlu dikejar.

Peningkatan UHH inipun diharapkan mampu mendongkrak IPM. Karena UHH ini menjadi indikator komposit dari IPM. “Usia harapan hidup ini masuk Indikator komposit pendukung IPM,” imbuhnya. Beberapa program untuk peningkatan UHH ini, pihaknya menggejot Program pencegahan kasus kematian ibu dan bayi, kasus Stunting dan gizi buruk.

Pihaknya pun sudah mengingatkan kepada semua Bikor puskesmas soal target Indikatornya. Target yang dimaksud seperti kasus kematian ibu, bayi dan lainnya. Pihaknya menekankan agar target ini bisa dicapai diakhir tahun.

Dia mengingatkan dan memberikan arahan kepada semua petugas, terkait tugas dan peran mereka. “Saya ingatkan grand design Kesehatan Indonesia, arahnya ke sini, tugas teman-teman dan kita di Pemkab untuk mencapai itu,” tegas dia. Menurutnya, peran Nakes terutama para bidan sangat penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Dan itu berpengaruh terhadap UHH masyarakat.

Di samping itu kata dia, bagaimana program Menkes agar masyarakat Indonesia selain panjang umurnya, juga sehat dan produktif.  “Kalau sekarang penanganan itu lebih banyak menangani orang yang sakit, artinya uang itu lebih banyak ke rumah sakit. Tapi kesannya umur panjang, tapi sakit-sakitan. Karena itu, pak Menkes inginkan umur panjang, sehat dan produktif,” jelas dia. Sehingga program Kemenkes anggaran itu lebih banyak ke puskesmas untuk kegiatan upaya-upaya pencegahan penyakit. Seperti perlu pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak. (her)