Tingkatkan Kemampuan Siswa, Guru SD di Huu Dilatih Metode ACM

0
Foto saat pembukaan pelatihan metode ACM oleh PT STM bagi guru SD dan MI se kecamatan Huu.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Banyak siswa SD sederajat di Kabupaten Dompu belum bisa membaca, utamanya kelas rendah. Padahal membaca dan menulis menjadi dasar bagi pengembangan kemampuan lainnya. Untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan, PT Sumbawa Timur Mining (STM) menggelar pelatihan metode ACM (aku cepat membaca) bagi guru kelas rendah se kecamatan Huu.

Pelatihan yang dilangsungkan selama 6 hari di SMKN 1 Huu ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs H. Rifaid, M.Pd, Senin, 27 Juni 2022. Hadir sebagai peserta guru kelas 1, 2, dan kelas 3 SD dan MI se kecamatan Huu, serta 4 orang tutor dari PKBM Istana Angin Laut Desa Marada kecamatan Huu.

Drs. H. Rifaid, M.Pd yang dihubungi mengakui, kemampuan siswa SD di Kabupaten Dompu masih banyak yang belum bisa membaca, apalagi memahami isi bacaan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pihaknya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Dompu. Membaca dan menulis menjadi dasar bagi pendidikan.

Di kecamatan Huu, numerasi dan literasi pendidikan masih berna kuning. Menjadi tugas bersama untuk meningkatkan ke level hijau. Karenanya, ia memberi apresiasi dukungan PT STM memberikan pelatihan metode ACM bagi guru kelas rendah untuk SD dan MI se Kecamatan Huu serta tutot PKBM Istana Angin Laut. “Metode ini sangat bagus untuk cara cepat bisa membaca, sehingga cocok digunakan untuk siswa atau orang dewasa,” ungkapnya.

Novia Dewi, dari Comdev PT STM yang dihubungi terpisah terkait pelatihan metode ACM bagi guru SD dan MI se Kecamatan Huu, Jumat, 1 Juli 2022 mengaku, pelatihan ini akan berakhir hingga 2 Juli ini dengan sasaran guru kelas bawah yaitu guru kelas 1, 2, dan guru kelas 3. Di kelas ini menjadi awal bagi anak – anak diajarkan membaca, sehingga pada tahap berikutnya anak bisa berkembang baik. “Kita mensuport kegiatan ini berdasarkan usulan dan masukan dari teman – teman guru. Alhamdulillah ini bisa terlaksana,” katanya.

Ia pun berharap kepada jajaran Dinas Dikpora, pengawas dan sekolah untuk bisa memonitoring perkembangan literasi kelas rendah SD dan MI se kecamatan Huu pasca diintervensi dengan metode ACM. Sehingga ada proses evaluasi untuk perbaikan dunia pendidikan kedepan. “Dukungan semua pihak agar ini bisa benar – benar dirasakan manfaatnya,” harapnya.

Metode ACM ini dikenal sebagai metode belajar baca tulis bagi anak dan sangat mudah diajarkan pada orang dewasa. Metode ini bisa dipraktekkan sambil cerita, lagu, dan permainan. Keunggulan metode ini mudah, cepat, menyenangkan, anti lupa, tanpa level, dan tanpa menghafal huruf. (ula)