Tiga Keluarga PMI Korban Kapal Tenggelam Jalani Tes DNA

0
Petugas kesehatan dari Polda NTB dan Polres Loteng melakukan pengambilan sampel DNA keluarga PMI korban kapal tenggalam di Batam, Jumat, 1 Juli 2022. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak tiga anggota keluarga L. Ahmat Sapii, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tumpak Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Putri Batam Kepulauan Riau, pertengahan Juni lalu, Jumat, 1 Juli 2022, menjalani proses uji DNA. Ketiganya yakni ayah korban, saudara kandung serta anak kandung korban. Pengambilan sampel DNA dilakukan tim Dokkes Polda NTB bersama Polres Loteng.

Kepala Desa Tumpak, Rosadi saat dihubungi kepada Suara NTB, membenarkan adanya pengambilan sampel DNA keluarga PMI korban kapal tenggalam oleh pihak kepolisian. Beberapa sampel DNA yang diambil, mulai dari sampel darah hingga spesimen gigi. “Tadi ada tiga orang anggota keluarga korban yang diambil sampel DNA-nya,” sebutnya.

Ia menjelaskan, pengambilan sampel tersebut untuk memudahkan proses pemulangan jenazah L. Ahmat Sapii. Karena sebelum dipulangkan, harus dilakukan pencocokan DNA agar tidak salah orang. Jangan sampai kemudian jenazah yang dipulang justru jenazah orang lain.

Disinggung proses pemulangan jenazah PMI korban kapal tenggelam, Rosadi mengatakan saat ini pihak desa bersama dengan keluarga PMI masih terus berkoordinasi dengan pihak Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mempersiapkan semua kebutuhan yang ada. Termasuk soal biaya pemulangan.

Mengingat, untuk memulangkan jenazah tentu butuh biaya yang tidak sedikit, sehingga koordinasi dengan BP2MI terkait teknis pemulangan, terus dilakukan. “Kalau kita dari pihak keluarga berharapa jenazah bisa dipulang secepatnya dengan biaya bisa dibantun dari pemerintah. Kalaupun tidak, pihak keluarga akan berupaya semaksimal mungkin,” terangnya.

Disinggung jumlah warganya yang menjadi korban kapal tenggelam, ia mengatakan ada tiga orang. Selain L. Ahmat Sapii, ada satu korban selamat dan satu lagi masih belum diketemukan. Pihaknya berharap warganya yang belum ditemukan tersebut bisa segera ditemukan supaya bisa jelas nasibnya.

“PMI yang belum ditemukan itu merupakan keluarga dari korban yang meninggal. Dan, sampai sekarang kita masih menunggu kejelasan kondisinya. Mengingat, informasi dari Batam belum ada sampai saat ini,” tutupnya. (kir)